Logo Header Antaranews Makassar

Pemda harus Seriusi Program Pangan Non Beras

Kamis, 12 April 2012 12:48 WIB
Image Print

Manado (ANTARA News) - Pengamat ekonomi pertanian Sulut, Dr Ellen Pakasi,MS mengatakan pemerintah daerah (pemda) bersama masyarakat harus seriusi program konsumsi pangan non beras mengantisipasi krisis pangan dunia.

"Krisis pangan dunia sangat serius, karena itu pemerintah dan masyarakat daerah ini harus mulai mengembangkan berbagai produk non beras menjadi alternatif pengganti makanan beras," kata Dr Ellen, dosen Fakultas Pertanian Unsrat Manado di Manado, Kamis.

Ellen mengatakan, Sulut merupakan salah satu daerah yang sangat beruntung karena dikarunia tanah begitu subur bisa ditanami berbagai produk pangan non beras dengan hasil cukup baik.

"Potensi tanah yang subur, harus mampu dioptimalkan para petani daerah ini dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan," kata Ellen.

Bila masyarakat mampu mengembangkan tanaman pangan non beras, maka kendati krisis pangan dunia mendera, Sulut tidak perlu khawatir, karena memiliki stok pangan alternatif yang banyak.

Guna memproduksi beras, kata Ellen dibutuhkan biaya yang tidak sedikit termasuk dari anggaran pendapatan dan belanja negara maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah(APBD).

"Memproduksi pangan non beras dalam penghitungan masih lebih menguntungkan karena banyak diantaranya belum membutuhkan pupuk serta sarana prooduksi lainnya, karena itu masyarakat harus mulai mengoptimalkan dari sekarang," kata Ellen.

Lebih parah lagi, karena produk pangan paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah beras, yang justru masih banyak diekspor dari sejumlah negara.

"Beberapa negara penghasil beras yang tadinya mengimpor ke Indonesia sudah mengisyaratkan mengurangi pengiriman, karena krisis pangan global mulai terasa," kata Ellen.

Karena itu, maka pengembangan produk pangan non beras yang berasal daerah ini, harus makin dioptimalkan.
(T.G004/K005)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026