Logo Header Antaranews Makassar

Jepang Tertarik dengan Budi Daya Tuna

Minggu, 22 April 2012 16:09 WIB
Image Print

Palu (ANTARA News) - Bupati Tojo Una-Una Damsik Ladjalani mengatakan, investor Jepang berminat melakukan usaha budi daya ikan tuna di wilayah ini.

"Kami telah bertemu dengan utusan pengusaha asal Jepang tentang itu dan akan melakukan pembicaraan selanjutnya," kata Damsik di Palu, Minggu.

Damsik mengatakan investor Jepang itu telah mensurvei lokasi budi daya ikan tuna, dan telah mengidentifikasi tempat yang cocok.

Bupati Damsik sendiri menyarankan lokasi budi daya ikan tuna itu berada di sekitar daerah kepulauan bersebelahan dengan lokasi budi daya mutiara.

"Kalau mutiara saja hidup, berarti habitatnya cocok juga untuk untuk ikan tuna," katanya.

Dia mengatakan, ikan tuna di perairan Teluk Tomini saat ini banyak diminati negara-negara asing karena memiliki daging yang agak gelap dibanding tuna lainnya.

Ikan tuna di perairan Teluk Tomini banyak yang berjenis sirip kuning.

Dia mengakui ikan tuna di Teluk Tomini saat ini jumlahnya terus berkurang karena tidak hanya nelayan Sulawesi Tengah yang menangkapnya, melainkan juga dari Gorontalo dan sejumlah daerahnya.

"Kami menyambut baik niat investor Jepang untuk membudidayakan tuna di sini (Teluk Tomini) karena akan meningkatkan pendapatan daerah," katanya.

Dia mengatakan, budi daya ikan tuna itu tidak akan mengganggu wilayah operasional nelayan lokal karena lokasinya sudah ditentukan.

Dia berharap investor Jepang itu segera merealisasikan niatnya karena saat ini Pemerintah Kabupaten Tojo Unan-Una juga sedang menyelesaikan penggarapan pelabuhan petikemas di Teluk Tomini yang diharapkan bisa membantu pengepakkan ikan untuk diekspor.

Lebih lanjut Damsik menuturkan, potensi perikanan di Kabupaten Tojo Una-Una yang berada di kawasan perairan Teluk Tomini cukup besar, seperti ikan tuna, cakalang, layang, kerapu, kakap, napoleon, cumi-cumi, udang windu dan sejumlah ikan hias.

Dia memperkirakan potensi perikanan di Teluk Tomini sebesar 77 ribu ton per tahun, dengan jumlah stok ikan perairan diperkirakan 196 ribu ton per tahun.

Data Badan Pusat Statistik mencatat ekspor ikan dan udang dari Sulawesi Tengah selama 2011 masih relatif kecil, yakni sebanyak 0,50 ribu ton dengan capaian devisa sebesar 4,38 juta dolar AS. (T.R026/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026