
Makassar Target Nilai Kelulusan SMP 99,7 Persen

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Kota Makassar menargetkan nilai kelulusan ujian nasional (UN) untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) berada pada kisaran 99,7 persen pada tahun ajaran (TA) 2011-2012.
"Kami menargetkan angka 99,7 persen untuk nilai kelulusan anak SMP dan angka itu merupakan angka yang realistis bagi kami berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya," ujar Wali kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di Makassar, Senin.
Ia mengatakan, target nilai kelulusan yang mendekati angka 100 persen itu optimistis bisa diraihnya karena siswa-siswa SMP di Makassar termasuk daerah yang mempunyai nilai kelulusan UN SMP yang cukup tinggi.
Ia mengungkapkan, untuk tahun ajaran 2010-2011 lalu, siswa SMP di Makassar mampu mencapai angka diatas 99 persen.
Sementara untuk siswa yang tidak dapat mengikuti ujian dengan alasan tertentu, Ilham yang juga ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sulawesi Selatan ini mengaku tetap akan mengikutkan semua siswa-siswa untuk ikut UN susulan.
"Semua siswa harus ikut UN dan apapun alasannya itu, mereka tetap bisa ikut ujian susulan. Kalau ada yang sakit, ujiannya ditunda dulu, bahkan yang bermasalah dengan hukum juga tetap harus mengikuti UN," katanya.
Pada pelaksanaan UN yang secara serentak ini digelar, sebanyak 21.023 orang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se- Makassar mengikuti Ujian Nasional yang dilaksanakan serempak mulai Senin 23 April ini.
Jumlah siswa itu tersebar di 228 SMP yang ada di daerah Makassar, termasuk 28 SMP yang berada di kepulauan dalam wilayah Pemerintahan Kota Makassar.
Pendistribusian soal-soal UN untuk siswa SMP di kepulauan juga telah dilakukan sehari sebelum hari pelaksanaan ujian.
"Tidak ada kendala untuk daerah pulau, soal telah didistribusikan sejak kemarin (22/4) dan hari ini telah serempak dilaksanakan ujian. Dari semua sekolah yang ada di wilayah kita telah berjalan dengan lancar," terangnya.
(T.KR-MH/R010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
