
Arus Trans Sulawesi Majene Normal Pasca Longsor

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Arus kendaraan pada jalur Trans Sulawesi di Desa Onang Kecamatan Tubo Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali dapat dilalui kendaraan, Selasa, pukul 03.30 WITA, setelah sembilan jam tertutup longsor sepanjang 20 meter.
Hasil evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulbar dan PU Majene dan beberapa unsur pemerintahan lainnya berhasil menyelamatkan 17 korban.
Sebanyak 15 korban tertimbun longsor, satu korban, Adnan, warga Majene, meninggal dunia dan dua korban lainnya terjun ke jurang akibat menghindari longsor.
Wakapolres Majene, Kompol Sajaruddin di Majene, Selasa, menyebutkan hasil evakuasi dilakukan sekitar delapan jam, beberapa saat setelah kejadian tersebut. Selain korban jiwa, tim gabungan juga berhasil mengevakuasi empat unit mobil dan dua unit motor.
"Di antaranya mobil Suzuki APV nopol (nomor polisi) DD 1654 NB dikemudikan satu orang dan meninggal dunia, mobil Suzuki APV nopol DD 1583 AK, penumpang sebanyak sembilan orang yang mengalami luka ringan, mobil Suzuki Grand Max nopol DD 8622 DK dikendarai tiga orang dan mengalami luka berat," rincinya.
Selain itu, dua korban masing-masing mengendarai satu motor dan dua korban lainnya berada pada mobil tangki pengangkut BBM jenis premium yang terjun di jurang sedalam 15 meter. Kempat korban mengalami luka berat dan ringan dan saat ini telah dirawat di RSUD Majene.
Sajaruddin mengatakan pihaknya masih menugaskan beberapa personel satuan lalu lintas Polres Majene untuk mengatur arus kendaraan yang belum bisa berjalan normal sebab masih ada reruntuhan longsor di jalan.
Dia juga mengaku saat ini kepolisian masih berkonsentrasi agar arus kendaraan berjalan normal.
"Saat ini kami belum berkonsentrasi menyelidiki penyebeb longsor. Kami hanya berfokus pada kelancaran arus lalu lintas, setelah beberapa hari ke depan baru kami selidiki kemungkinan adanya unsur kesalahan sebab jalur tersebut sementara pengerjaan oleh pihak rekanan yang ditunjuk Pemprov Sulbar," tuturnya.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Majene, Asri Albar yang juga ikut memantau proses evakuasi hingga jalur Trans Sulawesi bisa kembali terbuka, mengatakan proses evakuasi dan pengerukan berlangsung alot sebab medan yang sulit dan masih sering terjadi longsor susulan.
"Saat ini beberapa korban telah dirawat di rumah sakit maupun puskesmas terdekat. Sementara satu korban yang meninggal dunia telah diantar ke rumah duka di sekitar Desa Onang. Sebagian besar kendaraan yang tertimbun longsor dan terjun ke jurang mengalami rusak berat," tuturnya. (T.KR-AHN/Z003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
