
Disdik Majene Optimistis Kelulusan UN 97 Persen

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Dinas Pendidikan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, optimistis tingkat kelulusan pada ujian nasional 2012 tingkat SMP mencapai 97 persen, meningkat sembilan persen dari capaian kelulusan 2011.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Majene Jamaluddin Lasinrang di Majene, Minggu, mengatakan tingkat kelulusan pada pelaksanaan UN SMP 2012 akan meningkat sesuai hasil pengamatan dan perkiraan sejumlah sekolah pelaksana ujian.
Meskipun hasil ujian belum diumumkan, dia mengatakan sesuai persiapan pelaksanaan yang dilakukan jauh sebelum UN dan membandingkan soal yang harus dikerjakan siswa, tingkat kemampuan siswa diangap mampu menjawab sebagian besar soal.
"Itu baru prediksi, namun kami juga tidak asal menetapkan target jika hal tersebut tidak sesuai perkiraan kemampuan rata-rata peserta UN dalam menyelesaikan soal ujian. Kami berharap, apa yang selama ini menjadi upaya seluruh sekolah dan Disdik dalam menghadapi UN menunjukkan hasil memuaskan," ujarnya.
Ia mengatakan, pada 2011 kelulusan UN sebesar 88 persen dari jumlah peserta sekitar 2.500 orang siswa. "Tahun ini tingkat kelulusan diterget lebih besar dengan jumlah rata-rata peserta yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya," katanya.
Jamaluddin menambahkan, pelaksanaan UN 2012 jauh berbeda dibanding pelaksanaan UN 2011. "Tahun ini tidak banyak kendala berarti, sementara tahun sebelumnya sejumlah kendala dihadapi seperti keterlambatan distribusi soal UN, kekurangan soal, serta sejumlah siswa mengalami depresi akibat tidak siap secara mental menghadapi ujian," katanya.
Menurut dia, perbedaan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya kesiapan menghadapi ujian, perubahan pola ujian, perubahan sistem penilaian hasil akhir UN, serta beberapa perubahan lain yang lebih mudah bagi peserta dibanding sebelumnya.
Distribusi lembar jawaban ujian nasional (LJUN) ke Disdik Sulbar pada Sabtu 28 April 2012. Selanjutnya, Disdik melakukan input hasil ujian yang kemudian dikirim ke pelaksana UN tingkat nasional untuk rekapitulasi akhir.
Jamaluddin mengatakan tidak ada peluang untuk berbuat kecurangan sebab seluruh proses, mulai distribusi soal UN ke Majene, distribusi soal UN ke seluruh sekolah penyelenggara, distribusi LJUN ke provinsi, hingga pengimpulan data hasil UN diawasi oleh polisi serta beberapa lembaga independen seperti LSM. (T.KR-AHN/E005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
