
Jalur Trans Sulawesi Majene Berangsur Normal

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Arus kendaraan di jalur Trans Sulawesi di Desa Onang Dusun Onang Utara, Kecamatan Tubo, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Selasa berangsur normal, setelah dilakukan pembersihan material longsor selama empat jam.
Kasatlantas Polres Majene, AKP Syahruddin di Majene mengatakan peristiwa longsor terjadi sekitar Pukul 17.00 WITA yang sempat memutus jalur Trans Sulawesi dan menghambat arus kendaraan roda dua selama empat jam dan kendaraan roda empat sekitar lima jam.
Longsor di Onang diperkirakan terjadi setelah turun hujan. Apalagi konsidi perbukitan yang sepekan sebelumnya sempat terjadi longsor masih diperkirakan akan terjadi longsor susulan, sepekan terakhir juga sementara dalam pengerukan ulang oleh pihak kontraktor.
"Setelah menghambat kendaraan untuk melintas, kami terpaksa menunggu sekitar empat jam dan terlebih dahulu memngatur kendaraan roda dua untuk melintas sebelum seluruh kendaraan roda empat juga dibolehkan melintas," ungkapnya.
Dia mengatakan, longsor kali ini tidak separah longsor sepekan sebelumnya yang menelan satu korban jiwa dan merusak sejumlah kendaraan sebab kejadian kali initidak ada kendaraan yang kebetulan melintas.
Salah satu pengendara motor, Anca, mengatakan longsor yang memicu macet akibat terdapat gundukan batu berukuan besar tepat berada di tengah jalan dan menyulitkan tim evakuasi melakukan pemindahan.
"Sebenarnya material longsor tidak terlalu banyak, namun material longsor berupa batu berukuran besar sulit untuk dipindahkan sehingga membuat tim evakuasi kesulitan memindahkan batu tersebut," ujarnya menjelaskan.
Dia mengatakan, hingga pukul 22.30 WITA, masih terjadi antreean kendaraan yang melintasi jalan tersebut, baik kendaraan yang berasal dari Majene menuju Kabupaten Mamuju, Sulbar, maupun sebaliknya. Namun demikian, kendaraan tetap bisa melintas sebab akses jalan sudah terbuka.
Antrean masih tetap terjadi akibat kondisi jalan yang belum berfungsi normal dan akses jalan hanya satu jalur yang bisa difungsikan sehingga kendaraan yang ingin melintas harus diatur secara bergantian melintas. (T.KR-AHN/M008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
