Logo Header Antaranews Makassar

BPS : Ekonomi Sulbar tumbuh 0,93 persen

Selasa, 10 Mei 2022 22:48 WIB
Image Print
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar, Agus Gede, mengatakan, ekonomi Sulbar pada triwulan I pada 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 0,93 persen pertumbuhan ekonomi terjadi pada hampir semua lapangan usaha di Mamuju, Selasa, (10/5/2022) ANTARA Foto/ M Faisal Hanapi

Mamuju (ANTARA) - Ekonomi Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada triwulan I tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 0,93 persen, yang terjadi pada hampir semua lapangan usaha.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar, Agus Gede di Mamuju, Selasa, mengatakan, perekonomian Sulbar triwulan I tahun 2022 yang diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai 12,65 triliun rupiah.

Ia mengatakan, sedangkan atas dasar harga konstan pada 2010, PDRB Sulbar 7,99 triliun rupiah.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan I tahun 2022 karena terjadi peningkatan penciptaan nilai tambah pada sebagian besar kategori lapangan usaha dengan besaran yang bervariasi.

Tiga kategori lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Sulbar terjadi pada kategori penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 15,61 persen.

Kemudian kategori pertambangan dan penggalian sebesar 14,76 persen, dan kategori pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang yang mampu tumbuh sebesar 8,54 persen.

Berbeda halnya dengan kategori industri pengolahan yang tercatat mengalami kontraksi sebesar 8,44 persen.

"Struktur PDRB Sulbar menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I pada 2022 menunjukkan perekonomian Sulbar masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 44,18 persen," kata Gede.

Perekonomian di kawasan Sulawesi Maluku Papua (Sulamapua) pada triwulan I tahun 2022 menunjukkan sembilan provinsi mengalami pertumbuhan, yaitu Maluku Utara, Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Sulbar.

Maluku Utara mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 29,63 persen, sementara Papua Barat mengalami kontraksi sebesar 1,01 persen.

Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan nilai PDRB terbesar di Sulampua mengalami pertumbuhan sebesar 4,27 persen.

Sedangkan Provinsi Sulbar menempati posisi ke sembilan tertinggi dari sepuluh provinsi di Sulampua dengan besaran pertumbuhan sebesar 0,93 persen.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026