
Distamben Majene Latih Warga Manfaatkan Biogas

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memberikan pelatihan kepada warga melalui perwakilan setiap desa dengan cara memanfaatkan biogas dari kotoran ternak untuk memenuhi kebutuhan energi.
Kepala Distamben Majene, Ahmad Rafli Nur di Majene, Selasa, mengaku telah memberikan pelatihan kepada 30 orang yang merupakan perwakilan dari 15 desa yang tersebar pada delapan kecamatan agar mampu mengetahui beberapa langkah pemanfaatan kotoran hewan menjadi sumber energi alternatif.
"Kami telah memberikan pelatihan bagaimana pemanfaatan limbah di sekitar masyarakat yang bersumber dari kotoran hewan dan dapat diolah sehingga mendatangkan manfaat positif bagi mereka, namun tentunya dengan sentuhan ilmu pengetahuan," ucapnya.
Dijelaskan, terdapat beberapa keunggulan dari pelaksanaan program tersebut, di antaranya memanfaatkan limbah kotoran ternak yang ada di sekitar masyarakat pada awalnya dianggap mengganggu, kemudian diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.
Selain itu, Rafli mengatakan program tersebut juga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup rumah tangga yang selama ini masih kesulitan mendapatkan sumber energi murah setelah penghapusan subsidi minyak tanah.
"Pemanfaatan teknologi biogas sangat berkontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan hidup rumah tangga, khususnya di kawasan pedesaan. Hal tersebut sekaligus dapat membuka kesempatan kerja dengan membuka sektor usaha yang bersumber dari pemanfaatan biogas," jelasnya.
Menurutnya, pemanfaatan biogas termasuk metode hemat, sekaligus mengantisipasi semakin sulit dan semakin mahalnya bahan bakar fosil sebab bahan bakar tersebut tidak bisa diperbaharui, sementara pemanfaatan biogas sangat mudah dilakukan.
"Selain dapat dijadikan sebagai sumber energi, ampas biogas dari kotoran ternak yang telah diolah juga memiliki keunggulan lain, yaitu dapat menyuburkan tanah dan dapat menyuburkan lahan perkebunan dan pertanian sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonimi warga desa," ungkap Rafli.
Distamben juga telah memfasilitasi peserta pelatihan untuk melakukan praktikum pemanfaatan Biogas di Kabupaten Pingran, Sulawesi Selatan, didampingi beberpa orang instruktur untuk memberikan pelatihan lanjutan dan penerapan pengolahan bogas tersebut.
Dikatakan, pada tahun ini, Distamben Majene hanya memfokuskan pada penguatan pengetahuan pemanfaatan biogas, sebab peralatan yang dibutuhkan sampat saat ini belum dapat dipenuhi. Namun Ia berharap peralatan yang dibutuhkan dapat terpenuhi pada 2013. (T.KR-AHN/S006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
