
40 Persen Masyararakat Sulsel Belum Miliki Sanitasi

Makassar (ANTARA News) - Sekitar 40 persen dari delapan juta jiwa penduduk Sulawesi Selatan belum memiliki sarana sanitasi dan layanan air bersih.
"Akses pelayanan air bersih dan sanitasi di Sulsel belum memadai karena masih ada sekitar 40 persen masyarakatnya yang belum mendapatkan akses sanitasi dan air bersih," kata Koordinator Kampanye Publik dan Media USAID-IUWASH Musfarayani di Makassar, Minggu.
Akibat masih ketidakmampuan mengakses sarana sanitasi itu, lanjut dia, masih sekitar 40 persen masyarakat di Sulsel yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan membuang limbah kotorannya ke tanah.
Sementara itu, layanan air PDAM di Sulsel baru memenuhi sekitar 23 persen dari total jumlah penduduk yang tersebar di 24 kabupaten/kota.
Masih tingginya BABS itu, dinilai karena masalah BABS masih dianggap sebagai urusan pribadi. Padahal itu sangat berkaitan dengan masyarakat sekitar dan lingkungan.
Sementara itu, Badan Pekerja Lembaga Studi Kebijakan Publik di Makassar Salma Ruslan mengatakan bahwa program sanitasi dan sarana air bersih seharusnya menjadi perhatian pihak Pemprov Sulsel dalam penanganan masalah pendidikan.
"Alokasi dana APBD yang tidak terlalu urgen harusnya dialihkan ke program sanitasi dan pengadaan air bersih," katanya.
Menurut dia, jangan sampai dana miliaran rupiah untuk program yang tidak penting terbuang begitu saja, sementara program yang menyangkut publik dan sangat urgen dalam kehidupan diabaikan.
"Untuk apa mendapatkan penghargaan yang banyak jika hak dasar masyarakat tidak terpenuhi. Gaung kesehatan gratis, jangan sampai mengabaikan masalah sanitasi dan pentingnya air bersih," katanya. ***3***
(T.S036/B/D007/D007) 27-05-2012 20:31:30
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
