Logo Header Antaranews Makassar

Santri Al-Ikhlas Polman Lulus 100 Persen

Sabtu, 9 Juni 2012 04:43 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Santri Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dinyatakan lulus 100 persen pada pelaksanaan ujian nasional tahun 2012.

"Hasil UN tahun ajaran 2012 pada tingkat SMP, SMA dan SMK Pesantren Modern Al-Ikhlash menunjukkan prestasi yang membanggakan, semua santri peserta dinyatakan lulus," kata Pemimpin Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, Uztads Rudi Tarenre, di Mamuju, Jumat.

Untuk mata pelajaran Matematika, kata dia, prestasi para santri sangat memuaskan, nilai rata-rata di atas standar nasional, bahkan salah seorang santri meraih angka tertinggi yakni 10.

"Alhamdulillah, dengan konsisten menerapkan prinsip kejujuran, semua santri baik di SMP, SMA dan SMK berhasil lulus. Kami makin besyukur karena untuk mata pelajaran berbasis ilmu berhitung seperti Matematika dan IPA, nilai santri sangat memuaskan," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, kata dia, nilai rata-rata 86 santri SMP Al-Ikhlash untuk mata pelajaran Matematika mencapai 9,60.

"Salah seorang santri SMP bernama Zulkifli bahkan meraih nilai 10 untuk pelajaran Matematika," katanya.

Sementara untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), para santri SMP pesantren Al-Ikhlash meraih angka rata-rata 9,00.

Uztads Rudi menyatakan, prestasi santri di mata pelajaran Matematika diraih berkat usaha keras semua pihak mulai dari Yayasan yang dibina pengusaha H. Zikir Sewai, serta persiapan maksimal dalam menyongsong UN seperti les tambahan setahun terakhir dan 'try out'.

Staf Pembina Pesantren Modern Al-Ikhlash, Ir. Imran Ado, juga menyampaikan, pondok pesantren itu memberi porsi yang seimbang antara pelajaran agama dan umum, sehingga diharapkan lulusannya selain dapat menguasai ilmu Agama juga cakap dalam ilmu umum terutama yang berbasis teknologi.

"Untuk mata pelajaran berbasis IPA misalnya, kita sudah lama memiliki laboratorium IPA, demikian pula untuk bahasa Arab dan Inggris, prasaran labarotarium juga menunjang, lengkap tersedia, sehingga untuk mengikuti Ujian Nasional Alhamdulillah tidak ada kendala berarti," kata Imran.

Menurut Imran, pelajaran Matematika dan IPA menjadi salah satu fokus perhatian dalam pengajaran di pesantren, di samping soal Bahasa Arab, Inggris, serta pelajaran Agama seperti Tafsir Fiqh dan berbagai mata pelajaran lainnya.

Ia menyatakan untuk menguasai teknologi, harus dibarengi dengan dasar ilmu matematika, atau yang dalam Islam juga akrab disebut ilmu Aljabar.

Sejarah mencatat bahwa ilmu berhitung sudah lama menjadi khazanah keilmuan dalam Islam, seperti tokoh Al-Khawarizmi dengan pengetahuannya yang sangat luas.

Pengetahuan dan keahliannya bukan hanya dalam bidang syariat, tapi di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam, dan kimia.

Al-Khawarizmi sebagai guru Aljabar di Eropa, kata dia, telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri danastronomi.

"Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang," katanya. (T.KR-ACO/H-KWR)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026