Logo Header Antaranews Makassar

Wabup Luwu Diperiksa Ditnarkoba di Malam Hari

Rabu, 13 Juni 2012 04:51 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Kasus dugaan penggunaan narkoba jenis sabu yang dialami Wakil Bupati Luwu SB akhirnya akan diambil alih oleh Polda Sulselbar terbukti dengan adanya tim khusus dari Direktorat Narkoba yang memeriksa SB di malam hari.

"Memang benar ada empat orang anggota dari Ditnarkoba Polda Sulsel yang ke Polrestabes dan kedatangan mereka hanya untuk melakukan pemeriksaan administrasi dan koordinasi saja," ujar Wakil Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Anwar Danu saat dihubungi pukul 00.20 Wita di Makassar, Rabu.

Tim yang dipimpin langsung oleh AKBP Subandi itu membawa serta tiga orang penyidik lainnya untuk menangani perkara Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Luwu, Sulawesi Selatan.

Anwar membantah jika kedatangan keempat orang anggota penyidik Ditnarkoba Polda Sulselbar itu untuk melakukan gelar perkara sesuai kabar yang berkembang jika kasus ini telah digelar di malam hari.

Dirinya mengaku jika kasus ini masih akan tetap ditangani oleh Satnarkoba Polrestabes Makassar, hanya saja, keberadaan tim penyidik Ditnarkoba Polda Sulselbar hanya untuk memantau perkembangan kasus yang sedang ditanganinya itu.

"Kita hanya koordinasi dan mereka bisa kapan saja memantaku kasus ini. Kasusnya masih kita yang tangani dan tidak benar kalau kasusnya diambil alih," katanya.

Sebelumnya, SB bersama enam orang rekannya yakni berinisial NK, AC, JM, AN, AT dan SA. Ketujuh orang ini diamankan di rumah milik NK di Perumahan Villa Mutiara Jalan Ir Sutami Makassar pada Minggu (10/6) sekitar pukul 20.00 Wita.

Mereka diamankan saat menggelar pesta narkoba dan langsung digiring ke Mapolrestabes Makassar untuk dimintai keterangan.

Dari lokasi kejadian itu, polisi menyita dua unit pemantik api, satu alat penghisap (bong), satu buah lilin besar, satu unit pireks dan bungkusan saset yang diduga berisi ganja.

Dari pengakuan para pelaku kepada penyidik kepolisian menyatakan jika mereka menggunakan sabu-sabu itu dan polisi kemudian mengambil urine para pelaku kemudian dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Makassar.

Namun hasil pemeriksaan yang dilakukan di Labfor Polri menyatakan jika hasil keempat pelaku yakni Wakil Bupati SB, NK, AC dan JM negatif.

Hasil ini pula yang memicu reaksi dari Badan Narkotika Nasiona Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan yang mempertanyakan keaslian dari urine tersebut karena hasil pemeriksaan negatif.

"Berdasarkan pengalaman, seseorang yang menggunakan narkoba jenis apapun itu pasti akan diketahui melalui urine, darah dan rambut. Meskipun orang itu hanya menghisap sabu sekali, pasti akan berpengaruh dan pengaruhnya ini akan bertahan hingga beberapa bulan," kata Koordinator Penindak dan Pengejaran BNNP Sulsel Robert Haryanto Siga.

Sementara itu, Direktur Lembaga Sosial Ekonomi, Budaya dan Hukum (LP-Sibuk) Djusman AR menyatakan, penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian masih banyak yang subjektif daripada unsur objektivitasnya karena tidak mungkin seorang pengguna narkotika hasil urinenya negatif.

"Saya menduga ini urine telah direkayasa oleh pihak kepolisian karena sudah jelas saat digerebek mereka sedang pesta narkoba jenis sabu-sabu dan beberapa alat pendukung sudah diamankan, tetapi kenapa bisa hasil urinenya negatif," tanyanya. (T.KR-MH/A020)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026