Logo Header Antaranews Makassar

BKKBN : Bina Keluarga Lansia di Sulsel capai 2.720 kelompok

Kamis, 23 Juni 2022 05:05 WIB
Image Print
Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Hj Andi Ritamariani usai pembahasan terkait orientasi Bina keluarga Lansia (BKL) di Makassar. Antara/ HO-BKKBN

Makassar (ANTARA) - Bina Keluarga Lansia (BKL) di Sulawesi Selatan mencapai 2.720 kelompok yang tersebar di 24 kabupaten dan kota.

"Kelompok itu dari sekitar 17.450 orang lansia yang berada dalam keluarga berdasarkan pendataan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Sulawesi Selatan (BKKBN Sulsel) tahun lalu," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Hj Andi Ritamariani di Sulsel, Rabu.

Dia mengatakan, salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup yang menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2019, saat ini lansia Indonesia berjumlah 20,8 juta atau empat kali jumlah penduduk Singapura.

Pada tahun 2035 jumlah lansia diperkirakan akan mencapai 80 juta, dari jumlah itu setiap empat orang Indonesia terdapat satu orang berumur di atas 60 tahun.

Sedang khusus di Sulsel, berdasarkan hasil Pendataan Keluarga Tahun 2021 jumlah keluarga yang memiliki lansia dan menjadi kader BKL sebanyak 17.450 orang.

Berdasarkan data BPS jumlah Lansia di Sulsel sebesar 10,20 persen dari sekitar 8 juta jiwa jumlah penduduk di daerah ini.

Sementara untuk mewujudkan lansia yang tangguh sejalan dengan kebijakan Pembangunan keluarga melalui ketahanan keluarga, lanjut Andi Ritamariani, diperlukan tindakan promotif (promosi), preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitasi (pemulihan).

"Melalui tindakan itu, diharapkan Lansia bisa tetap sehat, mandiri, aktif dan produktif yang dikenal dengan proses menua," katanya.

Dalam perkembangannya, ungkap dia, potensi keluarga termasuk Lansia, hendaknya anggota keluarganya memberikan peluang, bimbingan, dan motivasi untuk membantu lansia mengembangkan potensinya.

Termasuk mengembangkan sosial dan ekonomi keluarga dengan memberdayakan lansia untuk membantu ekonomi keluarga dengan memanfaatkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan minat lansia.

"Dan yang terpenting, lansia juga dapat diberdayakan dalam upaya penerapan penanaman nilai-nilai dalam 8 fungsi keluarga kepada anak dan cucu," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026