Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tingkat kecamatan se-Kota Makassar agar memperkuat pembinaan para atlet hingga di tingkat sekolah.
Munafri menegaskan agar seluruh pengurus KONI di masing-masing kecamatan bekerja dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan komitmen dalam bidang olahraga tersebut.
“Selamat bekerja. Tunjukkan keseriusan dalam mengelola olahraga. Ini bukan hal kecil. Olahraga bisa menjadi instrumen besar untuk membentuk anak-anak kita menjadi lebih percaya diri, disiplin, dan berprestasi,” ujar Munafri saat kunjungan silaturahmi KONI ke Kantor Balai Kota Makassar, Senin.
Silaturahmi santai ini dipimpin Ketua KONI Sulsel Ismail bersama Iqbal Djalil sebagai Sekretaris dan Christopher Carlos sebagai Bendahara. Mereka memperkenalkan perwakilan pengurus KONI kecamatan yang masing-masing terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara.
Dalam pertemuan tersebut, Munafri menyampaikan apresiasi atas kerja kolaboratif KONI hingga tingkat kecamatan. Dia meyakini bahwa olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga membangun pola hidup sehat, karakter, solidaritas, dan semangat juang generasi muda.
Khusus bagi KONI, Munafri menekankan bahwa mereka memiliki peran lebih jauh untuk mengembangkan embrio atlet-atlet muda Makassar.
Untuk itu, ia menegaskan pentingnya pengelolaan olahraga secara serius karena olahraga bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi dapat menjadi instrumen besar dalam membentuk kepercayaan diri, kedisiplinan, serta prestasi generasi muda.
Munafri juga mendengarkan aspirasi pribadi pengurus KONI kecamatan yang mayoritas merupakan tenaga pendidik, mulai dari kebutuhan peningkatan sarana olahraga hingga instrumen penunjang pembinaan atlet sekolah.
Ketua KONI Makassar Ismail mengungkapkan bahwa hampir seluruh pengurus KONI kecamatan merupakan guru olahraga. Hal tersebut menjadi kekuatan strategis dalam proses pembinaan atlet sejak dini karena mereka berada langsung di lingkungan sekolah tempat bibit atlet baru lahir.
Saat ini, lanjut Ismail, pembinaan KONI sudah mulai menyasar sekolah-sekolah dan dari hasil kolaborasi pengurus KONI kecamatan telah berhasil mendata banyak talenta yang sebelumnya tidak terdeteksi dan akhirnya mendapatkan ruang.
Ia melanjutkan, agenda terstruktur Pengurus KONI tingkat Kecamatan akan mulai berjalan dalam skala lebih besar pada 2026, termasuk pelaksanaan kejuaraan olahraga di setiap kecamatan sebagai program pembinaan dan kompetisi.

