
Pola Pendidikan Harus Membuat Siswa Nyaman

Jayapura (ANTARA Sulsel) - Pola pendidikan yang diterapkan seharusnya membuat siswa menjadi betah dan nyaman dalam mengikuti proses pendidikan.
"Selama ini, pola pendidikan yang diterapkan cenderung menciptakan guru sebagai sosok yang menyeramkan dan menakutkan," kata dr. Caroline MSc SpKj salah seorang psikiater di Jayapura, Sabtu.
Kalau hal tersebut sampai terjadi, kata dia, proses pendidikan yang dilaksanakan tidak akan dapat berjalan secara optimal. "Sebab, anak-anak justru menjadi takut untuk berangkat ke sekolah dan bertemu dengan gurunya," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, sudah saatnya pemerintah mengambil langkah untuk mengubah pola pendidikan yang selama ini berjalan. "Selama ini, proses pendidikan yang diterapkan, terutama dalam penyampaian mata pelajaran di sekolah-sekolah, cenderung dilakukan secara kaku dan monoton," katanya.
Akibatnya, proses pendidikan yang dilakukan dengan cara tersebut hanya akan melahirkan "robot-robot" yang tidak mampu untuk berpikir dan bersikap kreatif.
Pola pendidikan yang seperti itu harus diubah karena tidak akan mampu memicu motivasi internal dan tingkat kreativitas siswa, sebab motivasi internal sangat dibutuhkan untuk membuat siswa menjadi bersemangat dalam mengikuti proses pendidikan.
Menurut dia, masih terdapat sekitar 60 persen sekolah di Indonesia yang belum menerapkan pola pendidikan secara kreatif.
"Inilah yang harus diubah, agar sebisa mungkin proses pendidikan dapat membuat siswa menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan ilmu yang didapatnya di sekolah," katanya.
Ia berharap, sosok guru yang semula dianggap menyeramkan dan menakutkan, sebaiknya diubah menjadi sosok yang lebih bersahabat. "Seorang guru harus menjadi sahabat anak-anak," katanya.
"Guru harus bisa menyampaikan mata pelajaran (mapel) dengan sikap yang lebih menyenangkan dan bersahabat, apapun mapelnya, terutama yang sering dianggap menyeramkan bagi siswa, misalnya Kimia, Fisika, dan Matematika," katanya.
Proses pentransferan ilmu kepada siswa, kata dia, tidak lagi dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan mulut dan tangan, namun harus dilakukan dengan hati.
(T.PK-ALX/M015)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
