
Program Pendidikan Gratis Sulsel Bersifat Seremoni

"Angka itu masih besar, kita berharap bisa teratasi dengan adanya program pendidikan gratis, namun belakangan, itu hanya bersifat seremoni belaka," kata Anggota DPRD Provinsi Sulsel Jafar Sodding di Makassar, Senin.
Ia menyatakan, program pendidikan gratis yang selama ini didengungkan Gubernur Dr Syahrul Yasin Limpo, MH, MSi, merupakan peluang menyekolahkan anak hingga mendapatkan pendidikan layak.
"Sebab tidak ada lagi alasan anak yang tidak sekolah karena biaya. Yang harus dicari, mereka yang sudah usia sekolah tetapi tidak sekolah karena kemungkinan terkendala biaya tambahan di sekolah," katanya.
"Tidak bisa dipungkiri, diperkotaan ini masih banyak anak yang tidak sekolah. Alasan orang tua ingin melibatkan anaknya ikut bekerja. Ataukah sistem di sekolah tersebut memungkinkan terjadi 'kongkalikong' dalam hal pembayaran yang tidak jelas," ungkapnya.
Penyelenggara pendidikan, lanjutnya, juga masih kurang mendorong anak masuk sekolah. Padahal, telah berapa kali dilakukan pertemuan untuk melakukan pendataan guna mencari tahu dimana letak masalah mengapa masih banyak anak putus sekolah di Sulsel.
"Penyelenggaraan pendidikan, termasuk Dinas terkait, serta DPRD tidak boleh diam, untuk mencari apa yang menyebabkan faktor kenapa anak tidak bersekolah. Program ini sama saja dengan seremoni" ujarnya.
Mantan Calon Wali Kota Makassar ini berharap semua elemen masyarakat dapat terlibat aktif untuk bekerjasama dalam hal pembinaan bukan pada program gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Gubernur Syahrul Yasin Limpo.
"Harapannya tidak ada lagi anak putus sekolah berkeliaran di Sulsel," ujanya. (T.KR-DF/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
