Logo Header Antaranews Makassar

Tim Sidak Temukan Makanan Berbuka Mengandung Boraks

Selasa, 24 Juli 2012 20:43 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Tim Gabungan Inspeksi Mendadak kembali menemukan puluhan liter makanan berbuka puasa seperti Cendol dan Cincau mengandung bahan boraks di Pasar Tradisional Terong Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Hasil penelitian tim Balai Besar POM Makassar melalui Uji Kit di pasar terong dilakukan bersama tim Dinas Ketahanan Pangan Makassar, bahan makanan berbuka seperti Cendol, Cincau, Tahu, Biji Mutira serta Buah-Buahan positif mengandung boraks.

Boraks biasa digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu. Bila mengkonsumsi terlau banyak maka akan membahayakan tubuh dan bisa terkena kanker.

Untuk Cincau dan Cendol yang dipasarkan seharga Rp 5000 perliter di pasar tersebut. Uji Kit Boraks merupakan alat uji cepat untuk mendeteksi kandungan boraks dalam waktu 10 menit. Boraks biasanya digunakan sebagai bahan pengawet makanan serta menjaga agar tidak cepat membusuk.

"Hasil temuan ini baru diindikasikan mengunakan boraks, tetapi untuk menentukan kepastian akan diuji lebih lanjut di labolatorium" kata Nurtanti Rahman ,Kepala Bagian Pengawasan dan Penyelidikan dari Balai Besar POM Makassar.

Ia mengatakan, bagi produsen penyalur cendol dan cincau akan dilakukan pembinaan sebab dalam makanan tidak boleh ada bahan pengawet yang berbahaya bagi tubuh apalagi merugikan masyarakat.

"Masyarakat diminta waspada membeli jajanan berbuka puasa harus jeli. Tim juga akan melakukan pembinaan kepada pemasok yang sudah diketahui identitasnya," ungkap dia.

Sementara Kepala Dinas Kesahatan Makassar dr Andi Naisyah Tun Nurainah Azikin membenarkan, hasil Sidak dan pemantauan di Pasar Terong, sejumlah bahan makanan seperti Cincau dan cendol diindikasikan mengandung boraks.

"Kita berharap agar masyarakat lebih pintar dan selektif dalam membeli makanan berbuka puasa yang dijual dipasar-pasar tradisional. Kami akan menarik barang ini dan berkoordiasi bersama kepala pasar untuk mengembalikan ke produsennya," paparnya.

Ia menambahkan, produsen yang membuat cincau segera dilakukan pembinaan karena membahayakan konsumen. Tidak hanya itu pihaknya juga melakukan sidak di beberapa pasar karena tim gabungan itu terdiri dari empat instansi.

"Ada empat tim yang turun di pasar-pasar yang lain, kami berharap tidak lagi ditemukan hal yang sama. Namun, menurut beberapa pedangang penyaluran cendol dan Cincau itu diproduski massal pada satu produsen," ungkapnya.

Untuk mengetahui ciri-ciri apakah panganan tersebut mengandung boraks Kata Naisyah, yaitu saat dipegang kenyal dan tidak hancur dan berwarna terang, dan bila tidak mengandung boraks maka saat dipegang tidak kenyal dan keras dengan warna lebih muda.

Sitti salah satu pedagang menyatakan kekecewaan atas penarikan daganganya dan merasa dirugikan karena dirinya tidak mengetahui dagangangnya mengandung boraks.

"Kami dirugikan pak kalau begini jadinya. Saya tidak tahu kalau itu mengandung boraks. Maua diapa dari pada dituntut," aku pedagang yang sudah 20 tahun ini berjualan di terong. (T.KR-DF/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026