
Tim Sidak Temukan Makanan Berbuka Mengandung Borak

Hasil penelitian tim Balai Besar POM Makassar melalui Uji Kit di pasar terong dilakukan bersama tim Dinas Ketahanan Pangan Makassar, bahan makanan berbuka seperti Cendol, Cincau, Tahu, Biji Mutira serta Buah-Buahan positif mengandung borak.
Untuk Cincau dan Cendol yang dipasarkan seharga Rp5000 per liter di pasar tersebut.
Uji Kit Boraks merupakan alat uji cepat untuk mendeteksi kandungan borak dalam waktu 10 menit. Borak biasanya digunakan sebagai bahan pengawet makanan serta menjaga agar tidak cepat membusuk.
"Hasil temuan ini baru diindikasikan mengunakan borak, tetapi untuk menentukan kepastian akan diuji lebih lanjut di labolatorium" kata Nurtanti Rahman selaku Kepala Bagian Pengawasan dan Penyelidikan dari Balai Besar POM Makassar.
Ia mengatakan, bagi produsen penyalur cendol dan cincau akan dilakukan pembinaan sebab dalam makanan tidak boleh ada bahan pengawet yang berbahaya bagi tubuh apalagi merugikan masyarakat.
"Masyarakat diminta waspada membeli jajanan berbuka puasa harus jeli. Tim juga akan melakukan pembinaan kepada pemasok yang sudah diketahui identitasnya," ungkap dia.
Sementara Kepala Dinas Kesahatan Makassar dr Andi Naisyah Tun Nurainah Azikin membenarkan, hasil Sidak dan pemantauan di Pasar Terong, sejumlah bahan makanan seperti Cincau dan cendol diindikasikan mengandung boraks.
Ia menambahkan, produsen yang membuat cincau segera dilakukan pembinaan karena membahayakan konsumen. Tidak hanya itu pihaknya juga melakukan sidak di beberapa pasar karena tim gabungan itu terdiri dari empat instansi.
"Ada empat tim yang turun di pasar-pasar yang lain, kami berharap tidak lagi ditemukan hal yang sama. Namun, menurut beberapa pedagang penyaluran cendol dan Cincau itu diproduski massal pada satu produsen," ungkapnya.
Untuk mengetahui ciri-ciri apakah panganan tersebut mengandung boraks Kata Naisyah, yaitu saat dipegang kenyal dan tidak hancur dan berwarna terang, dan bila tidak mengandung boraks maka saat dipegang tidak kenyal dan keras dengan warna lebih muda.
Siti salah satu pedagang menyatakan kekecewaan atas penarikan daganganya dan merasa dirugikan karena dirinya tidak mengetahui dagangangnya mengandung boraks.
"Kami dirugikan pak kalau begini jadinya. Saya tidak tahu kalau itu mengandung borak. Mau diapa dari pada kita dituntut nanti," aku pedagang yang sudah 20 tahun berjualan di pasar terong itu. (T.KR-DF/S006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
