
Kemendikbud : PBN Sebagai Ajang Pemersatu Budaya Nasional

Mamuju (ANTARA News) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan, pelaksanaan kegiatan Perkemahan Budaya Nasional tahun 2012 ini sebagai ajang pemersatu budaya nasional.
"Kegiatan PBN ini maknya agar pramuka penggalang yang ada di 33 provinsi ini dapat saling mengenal budaya masing-masing daerah,"kata Staf Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Sriana Wulandari saat berada di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, kegiatan pembukaan Perkemahan Budaya Nasional ini akan dipusatkan di bumi perkemahan kompleks Pusdiklatcb HM Masdar Parmar Polewali Mandar sebagai tempat penyelenggaraan kemah budaya nasional tahun 2012 yang akan berlangsung 29 Oktober 2 November 2012.
"Kegiatan ini diikuti Pramuka Penggalang dari 33 provinsi. Jika tidak salah jumlah peserta masing-masing enam orang ditambah seorang pembina dan termasuk 200 peserta dari kota Makassar,"jelasnya.
Ia menuturkan kegiatan ini diprakarsai Dirjen Kebudayaan Kemendikbud bersama Sesjen Kwarnas Gerakan Pramuka Dr. Joedyaningsih SW, M.Sc.
"Kegiatan PBN di Polman ini merupakan yang ketiga kalinya setelah kegiatan perdana dilaksanakan di Pacitan, Jawa Timur beberapa tahun silam,"terangnya.
Sriana menyampaikan, kegiatan ini juga akan diselenggarakan karnaval budaya dengan menampilkan ciri khas budaya dan termasuk kegiatan lomba kuliner dengan tampilan sesuai ciri daerahnya sendiri.
"Ini akan semakin memberikan pengenalan dan memahami seperti apa budaya daerah lain yang patut kita lestarikan untuk generasi muda kita,"ungkapnya lagi.
Dia menyampaikan, ajang ini sekaligus media pembentukan karakter bagi pramuka penggalang yang memang harus digalakkan sejak dini.
"Anak-anak tidak cukup hanya diberikan materi pendidikan dibangku sekolah. Tetapi, anak-anak harus diberikan pendidikan dengan metode praktek,"ungkapnya.
Kabupaten Polman mendapatkan kepercayaan sebagai daerah pelaksana PBN tahun ini kata dia, karena daerah itu memiliki kekayaaan situs budaya yang belum diketahui masyarakat secara umum.
"Kita tidak tempatkan di Mamuju karena ternyata situs budaya di tanah Mandar itu terdapat di Polman,"ungkapnya lagi.
Ia berharap, kegiatan ini akan memberikan implikasi positif bagi pramuka penggalang sehingga semakin mencintai keanekaragaman budaya nasional. (T.KR-ACO/Y006)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
