
BSN : SNI Asli Cuma Tiga Persen

Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Standarisasi Nasional menyatakan, hanya tiga persen logo Standarisasi Nasional Indonesia (SNI)untuk produk-produk yang beredar di pasaran asli, selebihnya palsu.
Berdasarkan survei BSN pada 2006 dan 2007 yang dipublikasikan di Makasar, Kamis, logo SNI palsu banyak ditemukan pada produk baja tulang beton konstruksi, padahal, tulang beton merupakan salah satu produk wajib SNI selain ban dan sejumlah produk lainnya.
Menurut data yang dirilis BSN tersebut, pemalsuan terjadi antara lain akibat kelemahan pengawasan, ditambah dengan masih rendahnya tingkat kesadaran pelaku usaha untuk menerapkan SNI.
BSN berharap agar industri dan para pelaku usaha dengan sadar segera menerapkan SNI untuk poduknya, dan selanjutnya pasar yang menilai.
Masyarakat juga perlu lebih banyak diberikan edukasi mengenai SNI agar lebih selektif dan kritis membeli dan menggunakan produk.
Contohnya, sosialisasi penggunaan helm standar sesuai dengan UU No 14 tahun 1992 tentang lalu lintas. Rencananya, helm wajib SNI akan efektif diberlakukan 1 Januari 2010.
Untuk itu, BSN telah mempersiapkan program-program seperti SNI Award. Selain itu, BSN juga akan memperluas kampanye di tingkat usaha kecil dan menengah mulai tahun ini.
Makassar masuk dalam daftar kampanye berikutnya. Sayangnya, BSN mengaku belum memiliki data mengenai jumlah dan kategori usaha kecil dan menengah di Sulawesi Selatan.
Bersama dinas perindustrian dan perdagangan, BSN tengah mengumpulkan data perusahaan kecil dan menengah sehingga pada gilirannya mereka akan mendapatkan sosialisasi penerapan SNI.
(T.PSO-100/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
