Logo Header Antaranews Makassar

PPIH Sulsel Siapkan Kamar Tahallul Bagi Calhaj

Rabu, 10 Oktober 2012 20:04 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Sultan Hasanuddin Makassar menyiapkan wisma khusus yang disebut "kamar Tahallul" bagi para jamaah calon haji.

"Bagi para jamaah calon haji yang ingin mengambil berkah khususu bagi pasangan suami istri kami siapkan kamar khusus yang disebut kamar Tahallul," ujar Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Kementerian Agama Islam Provinsi Sulawesi Selatan, Kaswad Sartono usai menerima daftar manifest calhaj Sulbar di asrama haji Sudiang, Rabu.

Ia mengatakan, kamar tahallul yang disiapkan cukup terbatas karena tidak semua kamar bisa digunakan untuk pasangan suami istri ini dan bagi calon haji yang ingin menggunakannya bisa melapor ke PPIH Embarkasi Sultan Hasanuddin.

Kamar tahallul hanya diperuntukkan kepada para pejabat karena di kamar itu masuk dalam wisma khusus yakni wisma 1 atau kamar VVIP yang berdekatan dengan kamar Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Kepala Badan Pengurus Asrama Haji (BPAH) dan beberapa pejabat lainnya.

Kamar tahallul sebelum pemberangkatan memang dibatasi dan dikhususkan kepada golongan pejabat, tetapi bagi masyarakat umum bisa bersabar karena kamar yang ada di wisma itu bisa digunakan saat pemulangan jamaah haji.

"Bagi para pejabat bisa menggunakan kamar tahallul sebelum pemberangkatan karena memang ada wisma khusus untuk para pejabat yang terpusat di wisma 1. Sedangkan untuk jamaah lainnya nanti setelah kepulangan baru bisa menggunakannya," katanya.

Menurutnya, wisma dan kamar di asrama haji Sudiang mampu menampung jamaah calon haji sekitar 1.600 orang dengan jumlah wisma sebanyak 16 belum termasuk beberapa aula dan gedung lainnya.

Ia menyatakan, pada saat pemberangkatan, jamaah calon haji dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, Provinsi Sulbar, Sultra, Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara itu tergabung dalam pemondokan asrama haji Sudiang Embarkasi Makassar.

Dengan jumlah calon haji yang masuk dalam pemondokan setiap harinya tidak memungkinkan untuk menggunakan kamar itu bagi pasangan suami istri. Kamar tersebut baru bisa digunakan setelah debarkasi atau kepulangan jamaah haji.

"Yang pastinya kamar tahallul bisa digunakan oleh semua jamaah tetapi setelah pemulangan sudah banyak wisma dan kamar yang kosong dan tidak ditempati lagi oleh jamaah dari provinsi lainnya, makanya bisa digunakan untuk menyalurkan berkah yang baru pulang berhaji," ucapnya. (T.KR-MH/E001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026