
Populasi Sapi Kabupaten Belu 117.118 Ekor

Atambua (ANTARA News) - Populasi ternak khusus sapi yang ada di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, wilayah perbatasan RI-Timor Leste hingga saat ini, sangat tersedia dengan jumlah populasi 117.118 ekor.
"Jumlah tersebut, merupakan hasil sensus yang dilakukan pemerintah pada tahun 2011, dan diyakini selalu bertambah jumlahnya," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Yeremias Taek, di Atambua, Ibu Kota Kabupaten Belu, Jumat.
Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu melalui dinas peternakan terus melakukan upaya peningkatan popoulasi ternak khusus sapi baik dari aspek kuantitas maupun aspek bibitnya, untuk mengembalikan kabupaten batas negara itu sebagai gudang ternak sapi unggul.
Sejumlah upaya untuk mencapai tujuan tersebut, kata Yersemias, adalah dengan mengintensifkan layanan penyuluh peternakan di lapangan, dengan sejumlah kegiatan rutin dan regulera, seperti pemberian vaksin dan pemeriksaan kesehatan sapi.
Hal ini terus dilakukan, lanjut dia, meskipun dalam kondisi keterbatasan penyulyuhan peternakan yang dimiliki masih sangat terbatas, dengan kondisi satu orang penyuluh untuk satiap kecamatan yang ada di Kabupaten Belu.
Menurut Yeremias, idelanya, setiap kecamatan, harus tersedia minimal lima orang penyuluh peternakan, dengan komposisi, seorang dokter hewan, dua orang paramedis dan dua orang lainnya tenaga administratif.
Langkah lainnya, yang juga sedang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Belu melalui Dinas Peternakan, kata Yeremias, adalah dengan melakukan pengembalian stok bibit unggul sapi dengan pola inseminasi bibit, dengan dengan jumlah strow atau cairan pejantannya yang disiapkan berjumlah 10 ribu strow.
Jumlah tersebut, lanjut dia akan dimanfaatkan dalam jangka waktu hingga 2014 mendatang dengan memanfaatkan strow dari empat jenis sapi masing-masing, jenis sapi Timor (Bali), jenis limosin, Simental serta jenis sapi Bhrahmana.
Hingga saat ini, menurut Yeremias, sapi betina yang sudah mendapatkan pola inseminasi bibit dari empat jenis unggul tersebut, berjumlah 1.664 ekor dan yang sudah menghasilkan generasi sapi unggul pertama berjumlah 171 ekor.
"Ini tersebar hampir di semua desa dan kelurahan di 24 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Belu ini," kata Yeremias.
Dia mengakui, Kabupaten Belu pernah menjadi salah satu gudang ternak sapi unggul di provinsi kepulauan itu, dan menjadi salah satu sentra peternakan sapi unggul di Nusa Tenggara Timur.
Namun demikian, lanjut dia, perlahan-lahan menjadi hilang, karena ketidak tahuan masyarakat peternak yang menjual semua betina unggul ke luar daerah.
"Hal inilah yang membuat perlahan-lahan, sapi di Kabupaten Belu tidak lagi memiliki bibit yang baik dan unggul," kata Yeremias.
Melihat kondisi itulah, maka Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Peternakan terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas peternakan khusus sapi dari aspek kuantitas dan kualitas, agar bisa mendukung kemandirian daging dan mengembalikan Kabupaten Belu, daerah batas negara RI-Timor Leste sebagai gudang ternak provinsi kepulauan ini. (T.KR-YHS/F002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
