
Program Penuntasan Buta Aksara Sulbar Terbentur Permendagri

Mamuju (ANTARA News) - Program penuntasan buta aksara di Provinsi Sulawesi Barat terpaksa dihentikan sementara karena terbentur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pencairan Dana Bantuan Sosial.
"Alokasi anggaran dana penuntasan buta aksara ini masuk dalam kategori bansos. Maka, program pengentasan masyarakat dari buta huruf itu tidak jalan untuk sementara karena harus menyesuaikan dengan acuan dalam permendagri," kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulbar, Dr.H. Jamil Barambangi, di Mamuju, Jumat.
Menurut dia, dalam acuan permendagri, telah dijelaskan bahwa setiap program yang tidak tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS), tidak dibenarkan melakukan proses pencairan bansos.
"Alokasi anggaran dana penuntasan buta aksara sebesar Rp4 miliar ini baru bisa dilaksanakan pada APBD Perubahan 2012," katanya menjelaskan.
Bukan hanya anggaran penuntasan buta aksara yang tidak terlaksana, tetapi sejumlah program bantuan pembangunan gedung pun ikut terhambat, katanya.
"Jika tidak salah ada sekitar Rp8 miliar dana bansos untuk bantuan pembangunan rehab gedung tidak bisa jalan. Program ini baru terlaksana setelah pengesahan APBD Perubahan," ungkapnya.
Jamil menyampaikan bahwa program penuntasan buta aksara selama ini cukup memberikan manfaat positif kepada masyarakat yang sebelumnya buta huruf.
"Dalam lima tahun terakhir ini, kami telah berhasil melaksanakan program buta aksara. Hasilnya, telah ada 20 kecamatan dari 69 kecamatan di Sulbar dinyatakan tuntas buta huruf," katanya.
Beberapa kecamatan yang dianggap tuntas itu, lanjut dia, di antaranya di Kabupaten Mamuju, yakni Kecamatan Tappalang, Kalukku, Sampaga, dan Pangale.
Kemudian, di Kabupaten Mamasa, yaitu Kecamatan Aralle dan Mambi dan beberapa kecamatan lainnya.
"Untuk di Kabupaten Mamuju Utara (Matra), kami baru berhasil menyentuh satu kecamatan, yakni Kecamatan Bamballamotu," ujar Jamil.
Program buta aksara yang tuntas di Kabupaten Majene, kata dia, juga ada beberapa kecamatan telah dianggap tuntas, yakni Kecamatan Sendana dan Kecamatan Banggae, dan di Kabupaten Polman hanya Kecamatan Wonomulyo.
"Program tuntas kecamatan bagi penyandang buta aksara ini digulirkan sejak 2007, dan sampai sekarang pun telah digulirkan kembali," pungkasnya. (T.KR-ACO/D007)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
