Logo Header Antaranews Makassar

Mamuju Dapat Bantuan Pemukiman 5.000 Unit Rumah

Jumat, 2 November 2012 14:24 WIB
Image Print
Mamuju (ANTARA News) - Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mendapat bantuan pemukiman dari Kementrian Perumahan Raktar (Kemenpera) sekitar 5000 unit rumah layak huni pada tahun 2012

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Barat, Mukaddam di Mamuju, Kamis, mengatakan, tahun ini Kemenpera mengalokasikan 5000 unit bantuan pemukiman untuk masyarakat yang tidak mampu dan memiliki pemukiman tidak layak huni.

Ia mengatakan, bantuan rumah layak huni, diberikan Kemenpera melalui sentuhan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang yang anggarannya dialokasikan melalui dana hibah pada program pengembangan pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum.

"Bantuan itu diberikan kepada masyarakat yang rumahnya terdiri atas atap lantai dan dindinnya tidak layak, selain itu berasal dari kalangan tidak mampu yang penghasilannya dibawah Rp500 ribu perbulan,"katanya.

Menurut dia, penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya melalui rekening bank miliknya.

Ia berharap dengan bantuan program BSPS untuk membangunkan pemukiman layak masyarakat tersebut, masyarakat Mamuju yang kurang mampu dan masyarakat berpenghasilan rendah dapat terbantu dan terjadi perbaikan tingkat kesejahteraannya.

"Program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap permasalahan perumahan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di pesisir maupun dipegunungan Mamuju"katanya.

"Pemerintah provinsi Sulbar berharap program tersebut tepat sasaran sesuai dengan petunjuk pelaksanaannya sehingga masyarakat prasejahtera daerah ini dapat merasakan sentuhan pembangunan,"katanya.

Ia mengatakan, pemerintah di sulbar terus mengusulkan bantuan pemukiman yang layak bagi masyarakatnya, agar 240.000 pemukiman tidak layak dilima Kabupaten di Provinsi Sulbar dapat terbantu. ((T.KR-MFH/S016)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026