Logo Header Antaranews Makassar

Rektor UMI Makassar diundang pertemuan ulama internasional di Mesir

Senin, 17 Oktober 2022 20:14 WIB
Image Print
Rektor UMI Makassar Prof Dr Basri Modding MSi (tiga kiri) berfoto bersama para delegasi di pertemuan ulama internasional di Kairo, Mesir,Senin (17/10/2022).ANTARA/HO

Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr Basri Modding MSi mendapatkan undangan khusus menghadiri pertemuan internasional para ulama, pemimpin jaamiah, tokoh dan Mufti dari 91 negara di Kairo Mesir, Senin.

Selain Rektor UMI, Delegasi Indonesia yang diundang khusus oleh Grand Mufti Mesir Prof Syawqi Allam yakni Wakil Rektor IV UMI Dr M Ishaq Shamad, dan perwakilan Institut Leimena Matius Ho, serta Wakil Ketua MUI Pusat.

Penasihat Senior Mufti Mesir dan Sekretaris Jenderal Sekretariat Jenderal Otoritas Fatwa Sedunia Dr Ibrahim Negm, dalam laporannya yang diterima di Makassar, mengatakan konferensi internasional ke-7 Dar al-Ifta Mesir adalah sebuah KTT agama yang mempertemukan para ahli yang mengawali KTT perubahan iklim mendatang yang akan diselenggarakan oleh Sharm al-Sheikh Mesir pada bulan November.

Dr Negm mencatat konferensi tahun ini menyoroti dan menerapkan banyak prinsip al-Qur'an yang menyerukan pengembangan umat manusia dan pembangunan Bumi.

Dia menambahkan bahwa sesi penutupan akan mencakup mengumumkan banyak inisiatif yang bertujuan untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, jelasnya.

Dikatakan misi konferensi bertema "Peranan Pemuka Agama dalam menghadapi perubahan iklim” ini untuk mempertajam peranan fatwa dalam memakmurkan dunia dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi negara-negara dan organisasi kemasyarakatan.

Untuk mempertajam keterkaitan pembangunan berkelanjutan dari hukum syariat perlu memerhatikan berbagai dimensi poros pembangunan yang bervariasi guna terwujudnya kesejahteraan manusia di manapun mereka berada.

Tujuan konferensi ini diantaranya mempertajam pemahaman agama terhadap pembangunan berkelanjutan dan sesuai dengan Al-Quran dan sunnah, menampilkan capaian fatwa ilmiyah yang kokoh berperan dalam terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Serta mempertajam tujuan dan dimensi “pembangunan berkelanjutan” dengan menjelaskan tujuan dan prinsip utamanya dan unsur-unsurnya dengan memerhatikan perkembangan historis pemahaman mengenai pembangunan.

Selanjutnya juga memberikan penjelasan tentang hubungan Fatwa dengan pembangunan berkelanjutan, Memprioritaskan / konsentrasi mengenai peranan fatwa bagi terwujudnya tujuan politik dalam menciptakan perdamaian, keamanan, dan keadilan di tingkat global, serta mencerahkan peranan fatwa dalam kerja sama dan integritas pada level kemanusiaan.

Selanjutnya konferensi ini juga mempertajam urgensi peran Fatwa dalam membangun kelembagaan yang mumpuni, mencerahkan peranan fatwa dalam terwujudnya capaian ekonomi bagi pembangunan berkelanjutan khususnya dalam mendorong perekonomian nasional.

Serta menjelaskan peranan Fatwa dalam mewujudkan tujuan sosial, budaya dan iklim dalam pembangunan berkelanjutan dalam mencapai keadilan gender serta mengatasi isu-isu kemasyarakatan seperti mengekang bullying, melindungi iklim dan sebagainya.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026