
TPHP Sinjai tingkatkan SDM petani melalui program Simanis

Makassar (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mendorong kemampuan para petani melalui bimbingan teknis (bimtek) penangkaran benih padi varietas unggul program Sinjai Mandiri Benih Swadaya (SIMANIS) di Sinjai, Selasa.
Kepala Dinas TPHP Sinjai H Kamaruddin, mengatakan bimtek ini digelar untuk memberikan bekal kepada para petani dan penyuluh khususnya penangkaran benih padi agar ke depan secara mandiri bisa menghasilkan benih padi yang bermutu dan berkualitas.
“Sesuai dengan harapan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), kita akan menjadikan Sinjai sebagai kabupaten penghasil benih yang bermutu dan berkualitas, sehingga terpenuhi benih jagung hibrida di tingkat kelompok tani,” jelas Kamaruddin.
Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas TPHP Sinjai, Waris mengatakan bimtek ini sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi di Sinjai yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, khususnya tanaman padi.
“Varietas unggul ini dinilai bisa meningkatkan produksi padi di Sinjai. Selain itu juga tahan dari berbagai penyakit seperti busuk batang, kresek dan penyakit lainnya. Makanya kami adakan bimtek untuk membekali petani agar ke depan bisa menjadi penghasil benih unggul,” ucapnya.
Hal ini diharapkan agar petani tidak tergantung lagi dengan bantuan benih dari Pemerintah akan tetapi bisa menyiapkan benih padi bermutu secara mandiri. Selain itu, TPHP Sinjai memberikan pelatihan tematik pembuatan pupuk organik bagi perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Sinjai Utara.
Pemkab Sinjai mendorong para petani di Sinjai agar ke depan secara mandiri bisa memenuhi kebutuhan pertanian dengan memanfaatkan pupuk organik. Apalagi, pemerintah telah mengurangi kuota pupuk kimia bersubsidi untuk seluruh petani yang ada di Indonesia.
“Jika pada tahun 2021 ada lima jenis pupuk disubsidi oleh pusat untuk padi dan palawija, di tahun 2022 ini berkurang tersisa dua jenis pupuk yang disubsidi yakni urea dan NPK, itupun alokasinya pupuk urea sekitar 8 ribu ton dan NPK 2 ribu ton. Jumlah ini tentu jauh dari kebutuhan para petani kita, ” jelasnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
