
192 Rumah Warga Flotim Diterjang Puting Beliung

Kupang (ANTARA News) - Sebanyak 192 rumah penduduk Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mengalami kerusakan parah akibat diterjang angin puting beliung yang melanda wilayah itu selama beberapa hari terakhir ini.
Jumlah ini belum termasuk empat gedung sekolah dan tiga rumah ibadah yang juga mengalami kerusakan parah akibat bencana angin puting beliung, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Flores Timur Paulis Igo, Kamis.
"Data ini baru laporan sementara karena pada Kamis (17/1) pagi, angin puting beliung melanda Pulau Adonara dan merusak puluhan rumah. Petugas baru diberangkatkan ke pulau itu untuk memantau keadaan di lapangan," katanya.
Dia mengatakan, bangunan-bangunan rumah yang mengalami kerusakan parah ini terjadi di hampir semua kecamatan di wilayah paling Timur Pulau Flores itu.
Kerusakan terparah terdapat di empat kecamatan yakni Kecamatan Kota Larantuka yang mencapai 83 rumah.
Di Kecamatan Larantuka ini kata dia, warga sudah diberikan bantuan darurat sambil menunggu proses pendataan dan penghitungan kerugian yang dialami warga untuk kepentingan bantuan rehabilitasi.
Sementara tiga kecamatan lain yang cukup parah adalah di Pulau Adonara yakni Desa Ipi Ebang, di Kecamatan Adonara Timur, Desa Kawela dan di Kecamatan Wotan Ulumado dan Lewo Pao, di Kecamatan Ile Boleng.
Khusus laporan dari Adonara ini, kata dia, baru saja disampaikan para camat, tetapi para petugas diberangkatkan ke tiga kecamatan ini untuk melihat langsung keadaan, sekaligus mempersiapkan bantuan darurat bagi warga.
Mengenai bantuan darurat, dia mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan bantuan darurat berupa beras, terpal, tenda dan matras bagi para korban yang menderita akibat bencana alam puting beliung itu.
Paling lambat kata dia, bantuan untuk para korban sudah bisa disalurkan, karena petang ini (Kamis (17/1) sore, bahan-bahan bantuan sudah bisa dikirim ke Pulau Adonara.
"Bantuan sedang disiapkan. Kalau petang ini cuaca baik dan kapal-kapal motor bisa diizinkan berlayar, maka bantuan sudah bisa didrop ke Pulau Adonara sehingga pada Jumat (18/1) sudah bisa disalurkan," katanya.
Khusus untuk bantuan rehabilitasi, kata dia, saat ini pemerintah masih fokus memberikan bantuan darurat kepada para korban.
Setelah menyerahkan bantuan darurat, pemerintah akan melanjutkan proses identifikasi lapangan untuk menghitung kerugian, sebelum memberikan bantuan rehabilitasi bangunan, katanya. (T.B017/I006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
