Logo Header Antaranews Makassar

Petani Papalang Kewalahan Atasi Hama Walang Sangit

Kamis, 14 Februari 2013 04:46 WIB
Image Print

Mamuju (Antara News) - Petani padi di Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat kewalahan mengatasi serangan hama walang sangit atau oleh masyarakat setempat disebut "Anango".

Saharuddin salah seorang petani di Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju, Rabu, mengatakan, ratusan hektare tanaman padi petani di sejumlah desa di Kecamatan Papalang seperti di Toabo, Papalang, Topore, diserang hama Anango.

Ia mengatakan, hama itu menyerang tanaman padi yang telah masuk pada fase pengisian bulir. Walang sangit itu menghisap cairan yang berada di bulir padi sehingga membuat bulir padi membusuk.

"Organisme pengganggu tanaman (OPT) walang sangit ini menyerang pada saat padi mulai berbuah sehingga tak bisa dipanen," katanya.

Menurut dia, tingkat serangan hama itu antara 50 sampai 90 persen sehingga hasil panen menurun drastis dan petani mengalami kerugian besar.

"Kami sudah mengeluarkan jutaan rupiah mulai dari bibit, pupuk dan tenaga kerja, namun menjelang padi berisi diserang hama itu," katanya.

Ia mengatakan, petani kembali khawatir serangan hama itu kembali terjadi saat petani mulai menanam musim berikutnya.

"Kami khawatir masa tanam awal tahun ini akan kembali rugi kalau hama walang sangit itu tidak bisa diantisipasi sehingga ia berharap pemerintah membantu petani Papalang mengatasi hama itu," katanya

Syamsul petani lainnya mengatakan selain hama Anango, hama lainnya yang ditakutkan petani di Kecamatan Papalang adalah hama ulat padi yang juga menghancurkan tanaman padi.

"Ulat padi itu memakan padi seperti ikan, karena meski didalam air, padi petani juga disikat habis hingga rusak,"katanya.

Ia berharap pemerintah mengantisipasi hama itu demi menjaga produksi padi di Kecamatan Papalang agar tidak mengalami penurunan yang juga bisa membuat ekonomi daerah juga turun.

Dari situs gerbang pertanian, dijelaskan, cara mengendalikan hama walang sangit sangatlah mudah karena dengan insektisida yang murah pun bisa dikendalikan.

Situs yang dikelola Maspary itu menyarankan petani menggunakan insektisida yang mempunyai cara kerja sistemik karena lebih lama melindungi tanaman padi dan biasanya akan relatif lebih aman terhadap musuh alami.

"Pestisida sistemik memang tidak bisa memuaskan nafsu petani karena tidak langsung membunuh walang sangit tetapi perlu menunggu sampai sehari semalam untuk melihat hasilnya," katanya.

Sejumlah insektisida yang mempunyai cara kerja sistemik yang direkomendasikan untuk padi antara lain spontan, regent, sponsor, dan virtako. (Editor : B Santoso)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026