
Bupati : UN di Mamuju Lancar

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Bupati Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Suhardi Duka MM menyatakan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMA 16 kecamatan daerah itu lancar.
"Ada sedikit masalah, karena soal terlambat lima menit didistribusikan di sekolah, namun itu akhirnya tidak menjadi masalah, karena siswa telah melaksanakan UN dengan lancar," kata Suhardi Duka MM usai meninjau pelaksanaan UN di SMU 1 Mamuju, Jumat.
Ia berharap pelaksanaan UN di Mamuju pada 18-23 April 2013 yang digelar di 26 SMA di Mamuju tetap berjalan lancar hingga selesai.
Menurut dia, di antara sekolah penyelenggara ujian ini terdapat di SMA I, SMA II, SMA III Mamuju, SMA I Kalukku , SMA II Kalukku, SMA 1 Tapalng, SMK Rangas, SMK Mamuju, SMK Tiwikrama, SMK Tanratupatanawali, SMK Budi Mulia Kalukku dan SMKN Tapalang Barat.
Kemudian sekolah madrasah penyelenggara, di antaranya MAN Mamuju, Madrasah Aliyah Guppi, Pesantren Al-Amin Tapalang dan DDI Kalukku.
Bupati mengatakan, peserta ujian di Mamuju terdiri atas 2.229 siswa SMA, kemudian 666 siswa MAN dan 1.284 siswa SMK dengan total mencapai mencapai 4.178 siswa.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdikpora Mamuju, Murniani mengatakan, mengenai kelulusan siswa yang mengikut UN akan ditentukan dengan dua metode, yakni kelulusan dari satuan pendidik dan kelulusan UN.
Kelulusan dari satuan pendidik ditentukan berdasarkan rapat dewan guru dengan mengacu pada beberapa kriteria, seperti menyelesaikan seluruh program pembelajaran mulai dari Kelas X sampai Kelas XII, memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika serta olahraga dan kesehatan.
Sementara itu, kelulusan UN, lanjut Murniani, ditetapkan satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai rata-rata rapor semester 3, 4, dan 5 untuk SMA/MA, dengan pembobotan 60 persen untuk nilai UAS dan 40 persen untuk nilai rata-rata rapor.
Ia mengatakan, pemerintah di Mamuju sangat berharap tingkat kelulusan siswa tahun ini mencapai 100 persen, karena guru di sekolah sebelumnya dianggap sudah maksimal dalam membimbing siswa dalam menghadapi UN.
Editor : S Muryono
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
