Logo Header Antaranews Makassar

Polisi Selediki Ijazah Palsu Caleg Terpilih

Minggu, 21 Juni 2009 12:35 WIB
Image Print

Takalar, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Takalar dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Polda Sulselbar) masih melakukan penyelidikan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh seorang caleg terpilih, berinisial Fit.

Kapolres Takalar AKBP Andi Asdi, di Takalar, Minggu, menjelaskan, kasus ini sudah dikembangkan berdasarkan laporan masuk. Pihaknya juga mengaku sudah dikordinasikan ke Polda untuk ditindaklanjuti.

Dia mengatakan, tindak lanjut penanganan kasus tersebut sudah diserahkan ke Polda Sulselbar. "Coba tanyakan langsung ke Polda. Karena penanganannya kami telah serahkan ke Polda," katanya.

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Hery Subiansauri yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya mendampingi aparat kepolisian di Takalar dalam proses penyelidikan kasus ini.

Sedangkan untuk penuntasannya, lanjut Hery, seluruhnya merupakan kewenangan Polres Takalar yang menjadi wilayah hukum kasus tersebut,

"Kordinasi penanganan kasusnya memang kami sudah terima. Tapi, kami di sini hanya sebagai pendamping. Begitupun dengan kasus lainnya. Kalau kejadiannya di daerah, berarti yang menangani aparat kepolisian setempat," kata Hery.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ijazah yang digunakan caleg usungan salah satu partai besar di Kabupaten Takalar itu berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terletak di Jalan Bali Makassar.

Anggota Pengawas Pemilu (Panwaslu) Takalar, Syamsuddin Sarro mengungkapkan, pihaknya memang pernah menerima laporan dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut. Namun hal itu diterima Panwaslu melalui telepon genggam (HP).

"Laporannya memang pernah kami terima, sebelum penghitungan kertas suara. Tapi, kami tidak berani menindaklanjuti karena hanya melalui telepon selular. Kemungkinan, kasusnya tetap dikembangkan pihak kepolisian," ujarnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Takalar, Faisal Amir mengatakan, pihaknya tidak memiliki kapasitas menentukan ijazah seseorang asli ataupun palsu.

"Kami hanya menjalankan sesuai aturan. Sedangkan mengenai palsu atau asli ijazah bukan kapasitas saya. Memang ijazah yang dimasukkan ijazah SMA," katanya.

(T.PK-MH/S023)