
IPM Mamuju Ditargetkan 70.65

"IPM Mamuju akan berupaya ditingkatkan lagi pada tahun ini, dengan memajukan sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan agar dapat mendekati IPM nasional mencapai 72 persen," katanya.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pemerintah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat bertekad meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga mencapai target sekitar 70.65 pada 2013.
Bupati Mamuju Drs Suhardi Duka MM di Mamuju, Sabtu, mengatakan, IPM Mamuju terus mengalami kenaikan seiring dengan program pembangunan yang dijalankan pemerintah.
Ia mengatakan, pada tahun 2010 IPM Mamuju 68.51 meningkat menjadi 68.76 di tahun 2011 dan ditargetkan akan ditingkat menjadi 70.65 pada tahun ini untuk mendekati angka IPM nasional.
"IPM Mamuju akan berupaya ditingkatkan lagi pada tahun ini, dengan memajukan sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan agar dapat mendekati IPM nasional mencapai 72 persen," katanya.
Menurut dia, untuk meningkatkan IPM Mamuju agar terus meningkat butuh keterlibatan semua pihak yakni pemerintah dan masyarakat bekerjasama dalam melaksanakan pembangunan.
"Dinas Pendidikan Nasional dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju harus menjadi ujung tombak dalam peningkatan IPM di Mamuju, sehingga kinerjanya harus ditingkatkan dalam rangka pencapaian itu," katanya.
Ia mengatakan, pemerintah di Mamuju akan berupaya meningkatkan tunjangan bagi guru dan tenaga pendidik lainnya agar Dinas Pendidikan Nasional Mamuju dapat memiliki peran besar meningkatkan IPM tersebut.
Menurut dia, pemerintah di Mamuju mengalokasikan anggaran besar untuk sektor pendidikan sekitar Rp94 miliar dan Rp32 miliar anggaran kesehatan dari Rp800 miliar APBD Mamuju dalam rangka meningkatkan IPM Mamuju.
Ia mengatakan, IPM Mamuju harus ditingkatkan dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja Sulbar yang siap mengelola sumber daya alamnya dibidang pertanian perkebunan dan pertambangan. Agus Setiawan
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
