Logo Header Antaranews Makassar

Warga Serang Mahasiswa dan Melempari Gedung UNM

Jumat, 14 Juni 2013 20:52 WIB
Image Print
"Kami ini membela kepentingan rakyat dan dimana-mana perjuangan itu membutuhkan pengorbanan. Tetapi, kami sangat kecewa dengan warga yang menyerang kami karena perjuangan ini bukan untuk kepentingan tertentu melainkan kepentingan rakyat," tegas Ardi

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejumlah warga sekitar kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Gunung Sari yang mulai gerah dengan aksi mahasiswa mulai melakukan perlawanan dengan menyerang dan melempar gedung phinisi yang bangunannya masih belum rampung.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, Jumat, sejumlah warga serta beberapa pengguna jalan ikut bergabung dan langsung menyerang mahasiswa yang menutup akses Jalan AP Pettarani khususnya yang di depan kampus UNM.

Mendapat aksi warga yang menyerang dan melempar gedung, para mahasiswa pun ikut membalas serangan itu. Aksi lempar batu dari keduanya juga tidak terhindarkan sehingga pihak aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan bentrokan itu.

"Kami ini membela kepentingan rakyat dan dimana-mana perjuangan itu membutuhkan pengorbanan. Tetapi, kami sangat kecewa dengan warga yang menyerang kami karena perjuangan ini bukan untuk kepentingan tertentu melainkan kepentingan rakyat," tegas Ardi salah seorang mahasiswa UNM.

Menurutnya, aksi penyerangan yang dilakukan oleh sejumlah warga terhadap rekan-rekannya itu dinilainya tidak murni sebagai kekesalan warga atas aksi penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) melainkan adanya kepentingan tertentu yang mnyusup ke tengah masyarakat.

Namun, apapun aksi yang ditimbulkan oleh warga itu, dirinya bersama rekan-rekannya mengaku tetap akan melanjutkan unjuk rasa penolakan kenaikkan BBM oleh pemerintah yang dianggapnya sebagi langkah yang tidak berpihak pada rakyat.

"Kami tidak akan mundur karena sebenarnya masyarakat tidak terlalu faham dengan dampak yang diambil oleh pemerintah dengan menaikkan harga BBM. Menaikkah harga BBM dengan tujuan mengurangi subsidi bukanlah solusi tepat karena masih banyak solusi yang bisa dilakukan tanpa harus mengambil kebijakan itu," tegasnya.

Sementara itu, aparat kepolisian yang diterjungkan ke lokasi bentrokan baik dari Polsek Rappocini, Polrestabes Makassar serta dibantu pasukan dari Polda Sulselbar itu berusaha memukul mundur kedua belah pihak yang bertikai dengan menembakkan gas air mata.

Jalan dua arah di AP Pettarani baik yang mengarah ke Sultan Alauddin maupun sebaliknya dari arah Alauddin ke Urip Sumoharjo terpaksa dibuka tutup oleh petugas kepolisian.

Hingga saat ini, sejumlah warga yang menyerang mahasiswa itu sudah mulai terlihat mundur, tetapi simpul-simpul massa dari kedua belah pihak masih tetap siaga. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026