Logo Header Antaranews Makassar

Golkar Hambat Caleg Yang Tidak Mendukung "SuKa"

Selasa, 27 Agustus 2013 23:06 WIB
Image Print
"Kita tidak akan memberikan toleransi kepada setiap anggota dan kader, begitu juga bagi para calon legislatif yang sudah masuk (DCT) daftar calon legislatif tetap yang tidak total memberikan dukungannya kepada SuKa," katanya di Makassar, Selasa.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD II Partai Golkar Makassar Iswan Utomo mengancam calon legislatif yang tidak mendukung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa).

"Kita tidak akan memberikan toleransi kepada setiap anggota dan kader, begitu juga bagi para calon legislatif yang sudah masuk (DCT) daftar calon legislatif tetap yang tidak total memberikan dukungannya kepada SuKa," katanya di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan, sanksi berat bagi para pelanggar atau yang tidak taat aturan telah disiapkan partai dan mekanisme sanksi itu telah melalui proses musyawarah serta mengikuti aturan yang berlaku.

Peringatan kepada para caleg dan kader itu sudah sering dilaksanakan, tetapi jelang Pilwali Makassar ini, Partai Golkar akan lebih tegas karena adanya beberapa permasalahan di internal partai berlambang pohon beringin itu.

"Walaupun sudah masuk DCT, kami masih bisa menghambat caleg yang terbukti mbalelo untuk duduk di dewan. Jadi biar terpilih kalau diketahui tidak mendukung SuKa, kita bisa menghambatnya melalui sanksi pemecatan," kata Iswan.

Persoalan yang dihadapi Golkar saat ini sendiri menurut dia sudah sering dilalui Partai Golkar karena dinamika-dinamika seperti itu juga yang membuat partai orde baru itu tetap bertahan hingga saat ini.

"Golkar sudah dewasa dengan hal seperti ini. Kader atau pengurus Golkar itu pada saat akan masuk memang didokrin dengan persoalan militansi. Persoalan soliditas sudah menjadi pekerjaan harian Golkar. Kenapa Golkar di Sulsel berkembang dan bertahan, salah satu modalnya adalah kader tetap solid dalam momentum apa pun," ujarnya.

Disebutkannya, landasan Partai Golkar sangat tegas. Masalah loyalitas, katanya, sudah menjadi darah daging di kader Golkar. Sehingga saat jadi pengurus kata Iswan dinamika boleh terjadi namun loyalitas pasti akan tetap terjaga.

"Sekali masuk dalam jajaran struktur, berdosa kalau lakukan indisipliner. Soliditas Golkar sebenarnya aman-aman saja, hanya terlihat terganggu oleh pihak luar padahal di dalam kita aman-aman saja," katanya.

Mengenai dukungan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Iswan membantah jika Gubernur Sulsel tersebut tidak mendukung pasangan yang diusung Partai Golkar yakni pasangan SuKa.

"Soal ketidakhadiran beliau di beberapa acara SuKa, beliau sudah menegaskan tidak pernah hadir kampanye di kandidat Golkar di daerah lain. Kecuali saat memang dianggap ada masalah di daerah tertentu yang akan menggelar pilkada dalam internal Golkar," kata Iswan.

Syahrul kata dia tidak pernah memberikan pernyataan terbuka, atau perintah untuk mendukung pasangan calon lain karena kesibukan Syahrul sebagai Gubernur Sulsel yang membuatnya absen dibeberapa kesempatan.

"Kalaupun hadir di tempat lain itu karena memang mungkin ada kondisi lain seperti hubungan persaudaraan atau hubungan emosional lainnya, dan selama ini kami di Golkar memandang Pak Ketua masih mendukung SuKa. Beliau selalu menitip pesan saat pertemuan-pertemuan Golkar baik itu melalui Korwil Golkar Makassar (Yagkin Padjalangi) dan Pak Moh Roem untuk solid memenangkan SuKa," katanya. Kaswir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026