
Mahasiswa Unsulbar Minta Pertahankan Pancasila

"Pancasila sebagai dasar negara dinilai tidak bertentangan dengan ajaran agama apapun, sehingga mesti dipertahankan sebagai ideologi bangsa dan dapat diterapkan sebagai nilai-nilai luhur bangsa," kata IMJ Peternakan Unsulbar, Sukri, di Mamuju, Senin.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Ikatan Mahasiswa Peternakan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menyatakan Pancasila mesti dipertahankan generasi muda karena Pancasila sebagai ideologi negara mengandung nilai luhur bangsa.
"Pancasila sebagai dasar negara dinilai tidak bertentangan dengan ajaran agama apapun, sehingga mesti dipertahankan sebagai ideologi bangsa dan dapat diterapkan sebagai nilai-nilai luhur bangsa," kata IMJ Peternakan Unsulbar, Sukri, di Mamuju, Senin.
Sukri mengemukakan hal itu sehubungan akan diselenggarakannya seminar yang akan melibatkan organisasi kepemudaan, aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh masyarakat Majene, pada 26 Nopember 2013 di Gedung Tasha Centre Jl. Trans Sulawesi, Majene.
Di mengatakan, Pancasila telah diabaikan oleh rakyat Indonesia sehingga muncul berbagai masalah yang mewarnai perjalanan bangsa ini seperti, konflik antar suku atau golongan, aksi anarkis dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
"Kemudian adanya penistaan terhadap suatu agama tertentu, adanya keinginan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahkan adanya kelompok yang berupaya mengganti Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia," katanya.
Menurut dia, apabila permasalahan-permasalahan yang telah disebutkan diatas terus dibiarkan, bukan tidak mungkin NKRI akan tercerai-berai, dan tinggal sejarah atas keberadaannya.
"Pengalaman yang tidak mungkin terlupakan adalah terpisahnya Timor-Timur dari NKRI,setelah penentuan jajak pendapat pada tahun 1999, sementara itu, beberapa kelompok di Papua dan Aceh belum berhenti menyuarakan kemerdekaannya dengan berbagai macam cara, baik secara politik di dalam/luar negeri, maupun dengan perlawanan bersenjata," katanya
Ia mengatakan, apabila ditelisik lebih jauh, korban dari upaya pemisahaan diri tersebut telah menumpahkan banyak korban dari kedua belah pihak yang notabennya merupakan satu bangsa, ditambah dengan korban dari masyarakat sipil yang tidak berdosa.
"Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan Soekarno 17 Agustus 1945, ancaman terdapat kedaulatan NKRI dirasakan tidak selalu dalam bentuk fisik peperangan tetapi berbentuk penguasaan ekonomi dalam negeri Indonesia oleh negara-negara maju. masyarakat Indonesia menjadi negara konsumen terhadap produk luar negeri, sedangkan kekayaan alam (minyak bumi, emas, maupun hutan) dikuasai asing," katanya.
Selain itu, sumber daya manusia Indonesia-pun tidak banyak yang banyak dapat memperoleh posisi layak sebagai pekerja, namun dominan sebagai tenaga kerja kasar atau pembantu rumah tangga.
Oleh karena itu dia juga mengatakan, IMJ Peternakan Unsulbar akan menggelar seminar menerapkan nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara dengan tujuan mempertahankan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi Negara,dan siap mempertahankan NKRI, sesuai dengan kapasitasnya.
Kemudian, meningkatkan kesadaran agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam mengemban nilai-nilai demokrasi, tidak melakukan aksi-aksi anarkis dengan merusak fasilitas umum dan simbol-simbol Negara, dan membangun daya tangkal terhadap pengaruh asing yang dapat merusak tata nilai bangsa diantaranya, nilai gotong royong dan hormat-menghormati. Agus Setiawan
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
