Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Mamuju Evaluasi Capaian PAD

Rabu, 27 November 2013 13:14 WIB
Image Print
"Selama 35 hari jelang tutup tahun ini kita lakukan evaluasi atas capaian PAD. Evaluasi capaian kinerja tiap SKPD melalui sebuah Forum Rapat Pimpinan (Rapim)," kata Suhardi Duka di Mamuju, Rabu.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, Drs H Suhardi Duka, kembali melakukan evaluasi atas capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) jelang akhir tahun 2013.

"Selama 35 hari jelang tutup tahun ini kita lakukan evaluasi atas capaian PAD. Evaluasi capaian kinerja tiap SKPD melalui sebuah Forum Rapat Pimpinan (Rapim)," kata Suhardi Duka di Mamuju, Rabu.

Menurutnya, rapim ini perlu dilakukan untuk menyatukan pandangan menganalisa hasil kinerja sekaligus evaluasi, mencocokkannya dengan target RPJMD yang telah ditetapkan dan menjadi patron pelaksanaan kegiatan pemerintahannya," terang Suhardi Duka.

Ia menyampaikan, meski dari target yang telah ditetapkan ada yang telah memberikan kabar gembira dengan dicapainya angka yang diharapkan namun tidak jarang pula SKPD yang belum memenuhi target yang ditentukan sebelumnya.

"Apakah disisa waktu dua tahun ini akan mampu kita capai. Perlu dukungan dari SKPD lain, disinilah akan dibahas sehingga nantinya capaian yang telah ditargetkan akan mampu diraih hingga tahun 2015," jelasnya.

Dalam rapat ini turut pula dihadiri Wakil Bupati Ir.H.Bustamin Bausat serta Sekretaris Daerah H.Habsi Wahid serta seluruh SKPD utamanya yang mengelola keuangan yang besar seperti Dinas Pendapatan Daerah.

"Kami akan berikan kesempatan untuk memaparkan target dan kondisi yang dialami saat ini menyangkut persoalan-persoalan yang menghambat pencapaian target yang diharapkan," jelasnya.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) H.Muh. Rusli Muis, mengakui kepada bupati tidak akan mampu mencapai target yang telah dibebankan kepada instansinya karena tahun ini BPPT telah diberikan tanggung jawab dapat berkontribusi sebesar Rp.900 juta lebih namun dari berbagai faktor angka itu tidak mungkin lagi dipenuhi.

Rusli Muis menerangkan tiga penyebab utama sulitnya BPPT merealisasi target antara lain adanya pemekaran Kabupaten Mamuju Tengah, dimana dari perhitungan awal penduduk Mateng masih termasuk dalam target penyumbang PAD.

Hal lain yang menyebabkan sulitnya pencapaian target PAD dengan adanya rencana pelimpahan perizinan kepada Kecamatan utamanya yang nominalnya dibawah Rp50 juta.

"Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat di wilayah kecamatan enggan mengurus perizinan dan lebih menunggu realisasi program," terangnya.

Terakhir adalah adanya target sebesar Rp.100 juta terhadap penerbitan akta kelahiran yang dinilai begitu besar dan tidak sejalan dengan keinginan pemerintah daerah untuk dapat membantu masyarakatnya.

"Hampir sebagian besar akta ini telah kita berikan gratis, jadi sulit mencapai targetnya," jelasnya. N Sunarto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026