
Pakar : Perlu Libatkan Dai Sukseskan Ekonomi Syariah

"Khusus di Sulsel baru sebatas diterapkan di bank dan asuransi padahal ekonomi syariah itu bisa diterapkan di sejumlah hotel, rumah sakit, restoran, hingga tempat karaoke juga bisa," katanya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pakar Ekonomi Unhas Prof Dr Halide menilai perlu melibatkan dai dalam mensosialisasikan sekaligus menyukseskan sistem ekonomi termasuk bank dan asuransi berbasis syariah.
"Untuk itu perlu penataran bagi dai agar mengerti soal ekonomi syariah. Dai yang dilibatkan juga terlebih dahulu memberikan contoh jangan sampai fokus mengajak namun dia sendiri tidak melakukan," katanya dalam acara talk show dan sosialisasi Gerakan Ekonomi Syariah (Gres!) bertema "Asyiknya Berekonomi Syariah" di Makassar, Rabu.
Selain melibatkan dai atau penceramah, kata dia, hal yang harus juga dilakukan yakni meningkatkan mutu pelayanan terhadap konsumen. Teknologi juga harus lebih ditingkatkan demi mempermudah masyarakat dalam bertransaksi.
Pelaku ekonomi syariah seperti bank dan sebagainya juga penting menciptakan sesuatu yang beda dengan bank konvensional. Hal itu sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat bahwa ekonomi syariah memang lebih baik dijadikan pilihan bertransaksi.
Guru Besar Ekonomi Unhas itu juga menyarankan agar bank ataupun asuransi syariah tidak bersaing dengan pelaku ekonomi yang memiliki basis yang sama karena hal itu justru tidak memperlihatkan sebuah peningkatan.
Dalam kesempatan itu pula disebutkan bahwa ekonomi syariah bukan hanya menyangkut bank dan asuransi namun bisa dilakukan disejumlah bidang seperti peternakan, pertanian, pertambangan, hingga bidang kesehatan.
Ekonom Sulsel Muhammad Syakir, mengakui jika masyarakat sejauh ini memang belum begitu mengenal sistem ekonomi syariah secara menyeluruh.
Dirinya juga menilai masyarakat hanya mengenal sistem ekonomi syariah di bank dan asuransi. Padahal di negara lain seperti Malaysia dan Singapura justru lebih berkembang. Bahkan di Singapura saat ini, kata dia, sudah memiliki lima hotel berbasis syariah.
"Khusus di Sulsel baru sebatas diterapkan di bank dan asuransi padahal ekonomi syariah itu bisa diterapkan di sejumlah hotel, rumah sakit, restoran, hingga tempat karaoke juga bisa," katanya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebelumnya secara resmi telah mencanangkan Gerakan Ekonomi Syariah (Gres!) dengan tujuan mendorong misi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia, November 2013.
Presiden menilai sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang harus diperkuat di Indonesia. Alasannya karena saat perekonomian dunia mengalami gejolak, ekonomi syariah terbukti mampu bertahan.
Sementara itu Ketua Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah Halim Alamsyah mengatakan bahwa sejak kelahiran Bank Syariah pertama sistem keuangan syariah telah berkembang pesat dan bahkan merambah ke sektor riil.
Gres!, kata dia, digagas untuk mendorong kesadaran kolektif para pemangku kepentingan syariah untuk bahu membahu agar ekonomi syariah bisa menjadi gaya hidup masyarakat. Yuniardi
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
