
Sekolah modern Indonesia

Qbaca juga baru meluncurkan buku "Athirah" yang ditulis atas inspirasi dari Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Athirah adalah nama ibu kandung JK, yang bagi beliau merupakan tokoh sentral yang selalu dapat memberikan inspirasi sifat kepemimpinan, dan
Di Indonesia, bidang pendidikan tengah memperoleh perhatian sangat serius dari berbagai pihak, termasuk dengan telah diberlakukannya komitmen memanfaatkan 20 persen anggaran negara untuk pengembangan bidang ini.
Namun upaya peningkatan kualitas pendidikan masih bersifat sporadik, dan kurang mempertimbangkan pengembangan berbasis ekosistem serta pemanfaatan teknologi informasi.
Akibatnya, kita justru mulai tertinggal dibandingkan negeri tetangga. Catatan Thomson Reuters menunjukkan bahwa tidak ada kampus di Indonesia yang masuk Asia Top-100. Sementara laporan PISA yang baru terbit menunjukkan bahwa prestasi siswa sekolah menengah di bidang matematika, sains, dan membaca berada jauh di bawah negara-negara Asia Timur dan lainnya.
Sebagian besar sekolah di Indonesia saat ini dikelola secara tradisional, tanpa memanfaatkan teknologi dan jaringan informasi. Akibatnya, sekolah-sekolah harus berkembang tanpa sinergi yang kuat, yang berakibat timbulnya gap yang besar dalam pendidikan di Indonesia.
Kesenjangan yang lebih besar terjadi pada perguruan tinggi, dengan hanya puluhan kampus memiliki kualitas akademis yang memadai, sementara ribuan lainnya masih menghadapi kendala sulitnya beroleh sumber daya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Ini diperburuk dengan fakta bahwa penelitian akademis di Indonesia memiliki dinamika yang rendah, ditunjukkan oleh masih kurangnya publikasi paper riset Indonesia di indeks internasional.
EGM Divisi Solution Convergence Telkom Indonesia, Achmad Sugiarto, menggagas perlunya akselerasi bentuk pendidikan modern di Indonesia. Pendidikan harus dikembangkan sebagai ekosistem yang ditumbuhkan bersama oleh seluruh pemegang peran (stakeholder).
Jaringan IT, dalam bentuk infrastruktur dan platform aplikasi, harus semaksimal mungkin digunakan untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan sekolah modern. Teknologi IT juga harus dimaksimalkan untuk memperluas distribusi materi akademis, termasuk buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah.
Dalam pengembangan pendidikan dasar dan menengah, Telkom telah mempersiapkan platform SIAP Online, sebagai paduan lengkap modul-modul akademis yang memungkinkan pengelolaan sekolah secara modern.
Administrasi dapat dilakukan terpadu dan transparan antara sekolah, guru, siswa, orang tua siswa, dinas kependidikan, dan database kependidikan nasional, secara online. Proses administrasi menjadi semakin mudah dan akurat.
Orang tua siswa memiliki kemampuan untuk turut mengawasi dan berperan dalan proses pendidikan secara real time. Kolaborasi antar siswa juga dimungkinkan dengan jaringan kerja antar sekolah. Dengan berbagai keunggulan ini, kualitas pendidikan diharapkan dapat ditumbuhkan dan disebarkan merata ke seluruh Indonesia.
Untuk pendidikan tinggi, lanjut Achmad Sugiarto, Telkom menyusun paduan platform yang memiliki modul-modul kuliah jarak jauh, pengelolaan modul akademis, dan distribusi jurnal ilmiah.
Aplikasi konferensi Umeetme dari Telkom, yang dipadukan dengan skema distance learning dari APTIKOM merupakan platform ideal untuk kuliah jarak jauh.
Ketua APTIKOM Prof. Dr. Eko Indrajit menyebutkan bahwa aplikasi Umeetme dapat mendistribusikan materi kuliah dalam bentuk video interaktif berkualitas tinggi melalui jaringan Internet yang luas dari Telkom Group, termasuk Astinet, Speedy, dan Telkomsel.
Telkom juga menyiapkan e-Akademi, yang merupakan solusi pengelolaan modul akademis dan administrasi kampus. Solusi e-Akademi dapat dirancang sesuai kebutuhan kampus yang berbeda-beda; namun tetap dengan memberikan keunggulan berupa transparansi informasi, efisiensi pengelolaan, dan akurasi informasi.
Didukung dengan cloud dari Telkom Group, e-Akademi dapat digunakan kampus-kampus tanpa perlu menyiapkan investasi untuk server dan infrastruktur lainnya.
Untuk kegiatan riset dan penelitian, Telkom membantu distribusi paper internasional berkualitas tinggi, dengan harga terjangkau. Para akademisi dapat memperoleh referensi, benchmark penelitian, dan pengembangan materi pengajaran, melalui platform yang disebut Q-Journal.
Q-Journal juga memungkinkan para peneliti dan akademisi untuk mempublikasikan paper dari jurnal-jurnal kampus secara online, dan langsung terindeks di database internasional.
Ini memungkinkan kampus dan akademisi Indonesia memperoleh reputasi akademis dan peluang kerjasama riset yang lebih baik. Achmad Sugiarto menegaskan komitmen Q-Journal untuk meningkatkan dinamika dan kualitas penelitian dan pendidikan tinggi di Indonesia untuk memenangkan dunia.
Namun Achmad Sugiarto mengingatkan juga, Indonesia memiliki kawasan yang luas dangan variasi geografis yang luar biasa. Salah satu efeknya adalah kesulitan dalam distribusi buku-buku, baik textbook untuk pelajaran dan kuliah, maupun buku informasi umum dan hiburan. Untuk mengatasi hal ini, Telkom telah meluncurkan Qbaca, yaitu aplikasi penyedia buku digital Indonesia.
Qbaca merupakan pembaca buku digital, yang dipadukan dengan toko buku online yang dapat diakses melalui menggunakan iPhone, iPad, serta gadget bersistem Android. Qbaca telah bekerja sama dengan 30 penerbit nasional terkemuka, dan saat ini telah menyediakan sekitar 1500 buku digital.
Berbeda dengan banyak aplikasi ebook, Qbaca memungkinkan pengguna tetap nyaman membaca dengan gadget ukuran tablet hingga handphone berlayar kecil, senyaman membaca buku biasa.
Buku dapat dibeli menggunakan pembayaran melalui ATM, potong pulsa Telkomsel, atau apliasi T-Money. Telkom juga hanya bekerja sama dengan penerbit terpercaya, sehingga materi-materi yang kurang mendidik tidak akan diperoleh di Qbaca.
Menyambut liburan tahun baru 2014, Qbaca mempromosikan berbagai buku dengan tema wisata. Buku best-seller untuk kategori wisata, yaitu serial Naked Traveler edisi 1, 2, 3, dan 4, dibanting hingga 5000 rupiah saja. Buku-buku wisata lain tetap memperoleh diskon dengan harga di bawah buku cetak.
Tentu, bagi para wisatawan modern, buku digital Qbaca ini lebih menarik, karena mereka tidak perlu membawa belasan buku wisata, dan cukup membaca satu gadget kesayangan mereka dengan puluhan buku termuat di dalamnya.
Qbaca juga baru meluncurkan buku "Athirah" yang ditulis atas inspirasi dari Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Athirah adalah nama ibu kandung JK, yang bagi beliau merupakan tokoh sentral yang selalu dapat memberikan inspirasi sifat kepemimpinan, dan ajakan untuk selalu menghormati para ibu.
Buku unggulan lain adalah adalah "Princess, Bajak Laut dan Alien" yang merupakan buku baru karya Clara Ng dan Icha Rahmanti. Buku ini telah difilmkan, dan para pembaca Qbaca memiliki kesempatan untuk nonton bareng artis pemain film pada tanggal 5 Januari 2014 di Jakarta.
Telkom selalu membuka peluang kerjasama bagi ekosistem sekolah, pendidikan tinggi, para penerbit, dan komunitas pecinta buku. Informasi lebih lanjut tentang prakarsa-prakarsa Telkom dalam ekosistem pendidikan dapat diperoleh dengan menghubungi alamat smart@telkom.cc. (Husnia Marasabessy).
Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
