
100 Rumah Desa Terjangkau Listrik Limar

"Kini masyarakat desa menikmati energy tanpa aliran listrik pemerintah. Karena itu, saya berterima kasih kepada Bank Sulselbar yang turut memberi perhatian terhadap masyarakat desa," ujarnya.
Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 100 unit rumah yang berlokasi di Desa Kayu Loe Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng terjangkau Listrik Mandiri Rakyat (Limar).
Sebagai tanda dimulainya listrik mandiri tersebut, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin melakukan uji coba di desa tersebut, Selasa (7/1).
Keberhasilan penerangan listrik mandiri masuk desa tersebut berkat bantuan Bank Sulselbar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp303 juta.
Untuk menjangkau desa terjauh di Kecamatan Bantaeng tersebut, Bank Sulselbar bekerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten yang kemudian mengandeng Limar untuk membantu masyarakat yang sudah lama merindukan listrik.
Bupati HM Nurdin Abdullah menyambut baik pemanfaatan teknologi tepat guna di desa sebagai solusi mengatasi keterbatasan aliran listrik PLN.
"Kini masyarakat desa menikmati energy tanpa aliran listrik pemerintah. Karena itu, saya berterima kasih kepada Bank Sulselbar yang turut memberi perhatian terhadap masyarakat desa," ujarnya.
Dia kemudian meminta kepada masyarakat yang belum terjangkau untuk bersabar karena program listrik desa tetap dilaksanakan baik oleh PLN maupun dari Pemkab.
"Yang dari PLN mengalami keterbatasan. Hanya tiga hingga empat desa saja setiap tahun. Untuk mempecepat pelayanan, kini melalui Limar. Saya berharap tidak ada lagi anak sekolah yang tidak belajar hanya karena alasan lampu," katanya.
Untuk mengantisipasi masalah teknis, Bupati HM Nurdin Abdullah meminta Tim Limar segera melatih siswa SMK di daerah ini sehingga rumah yang belum memiliki lampu dpaat dijangkau. ES Syafei
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
