Logo Header Antaranews Makassar

Mapala Universitas 45 Bagikan Bibit Pohon

Jumat, 10 Januari 2014 11:26 WIB
Image Print
Dua orang mahasiswa pencinta alam (Mapala) Universitas 45 Makassar membagikan bibit pohon pada pengguna jalan untuk memperingati hari lingkungan hidup di Makassar, Sulsel, Jumat (10/1) ANTARA FOTO/Darwin Fatir
"Kegiatan bertujuan agar warga masyarakat punya andil menanam meskipun hanya satu pohon," kata Koordinator Aksi Ibrahim di sela-sela pembagian pohon di bawah jembatan layang, Makassar, Jumat.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan anggota Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas 45 Makassar, Sulawesi Selatan, membagikan 500 bibit pohon kepada pengguna jalan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup pada 10 Januari 2014.

"Kegiatan bertujuan agar warga masyarakat punya andil menanam meskipun hanya satu pohon," kata Koordinator Aksi Ibrahim di sela-sela pembagian pohon di bawah jembatan layang, Makassar, Jumat.

Menurutnya, selama ini Mapala Universitas 45 pencinta alam melakukan penanaman pohon langsung di sejumlah derah kritis untuk penghijauan.

Pembagian pohon kali ini, lanjut dia, dimaksudkan untuk membuka kesadaran masyarakat tentang arti sebuah pelestarian lingkungan salah satunya dengan menanam pohon.

"Temanya Satu Pohon, Satu Kehidupan untuk Satu Generasi. Kami sebagai pencinta alam sadar akan ancaman pemanasan global yang diyakini akan menjadi bencana bila tidak dilakukan pencegahan," papar Wakil Ketua Mapala Universitas 45 Makassar itu.

Ia menyebutkan, bibit pohon siap tanam yang dibagikan ke penguna jalan, didapatkan dari BPTH Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel sebanyak 500 bibit, sedangkan jenisnya adalah mahoni dan gelodokan.

"Kami berharap dengan gerakan ini masyarakat sadar akan pentingnya lingkungan di samping dapat mengantisipasi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi akibat kesalahan manusia merusak alam dan menebang pohon secara sembarangan," tandasnya.

Sementara penguna jalan Heni mengatakan, gerakan mahasiswa ini disambut positif dan memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukannya dalam penyelamatan lingkungan. "Aksi mahasiswa ini patut pemdapat jempol kerena positif untuk lingkungan, dan saya ambil satu pohon untuk ditanam di rumah," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel hingga 2010, Sulsel memiliki hutan seluas 2,1 juta hektare dan diperkirakan hutan yang rusak telah mencapai 30,6 persen.

Luas lahan kehutanan tersebut terdiri atas 1,2 juta hektare hutan lindung, 488 hektar hutan produksi terbatas, 131 ribu hektar hutan produksi, 23 ribu hektare hutan konvensi, dan 242 ribu hektare hutan swaka alam atau wisata.

Sedangkan data dari Jurnal Celebes menyebutkan, luas hutan tersebut semakin berkurang. Pada 2007 hutan Sulsel berkurang sekitar 10,6 persen dan 2008 berkurang sekitar 30,6 persen dari total luas hutan yang ada di Sulsel yang pernah ada seluas 2,7 hektar. Pengurangan luas hutan tersebut bukan hanya karena penebangan atau aktivitas perambahan hutan tapi juga karena aktivitas pertambangan. AJS Bie



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026