Logo Header Antaranews Makassar

Pembangunan Mesin Pendingin Ikan Terkendala Listrik

Senin, 27 Januari 2014 22:19 WIB
Image Print
"Mesin pendingin ikan salah satu yang sangat dibutuhkan nelayan dalam mengelola hasil perikanannya," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, Parman Parakkassi di Mamuju, Senin.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pembangunan mesin pendingin ikan di Provinsi Sulawesi Barat terkendala sarana listrik yang belum memadai.

"Mesin pendingin ikan salah satu yang sangat dibutuhkan nelayan dalam mengelola hasil perikanannya," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, Parman Parakkassi di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan, pemerintah menyatakan mampu membangun mesin pendingin ikan yang dibutuhkan itu, asalkan listrik sebagai sumber pembangkitnya disediakan PT PLN.

"Sampai saat ini, keterbatasan PLN menjadi salah satu kendala dalam membangun mesin pendingin ikan, sehingga pemerintah juga kesulitan membangun mesin pendingin," katanya.

Menurut dia, karena ikan nelayan tidak diawetkan menggunakan mesin pendingin ikan, maka ikan di Sulbar sulit dipasarkan untuk didistribusikan kedaerah terpencil, karena dapat membusuk jika dibawa terlalu lama.

Oleh karena itu ia meminta agar PLN segera menyediakan sarana pembangkit listrik membangun mesin pendingin ikan yang dibutuhkan nelayan sementara pemerintah membangun fasilitas mesin pendingin ikan.

Ia juga berharap agar masyarakat kelompok nelayan menyediakan tanah untuk menjadi tempat membangun mesin pendingin ikan karena pemerintah tidak memiliki lahan.

"Kalau lahan dan listrik ada maka pemerintah membangun fasilitasnya, sehingga nelayan tidak kesulitan lagi memasarkan hasil perikanannya di daerah terpencil itu artinya kesejahteraan nelayan akan semakin meningkat," katanya. E Sujatmiko



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026