Logo Header Antaranews Makassar

Kepala BB TNLL Sulteng : Program Rehabilitasi Berlanjut

Selasa, 4 Februari 2014 15:11 WIB
Image Print
"Tahun ini program itu tetap ada, tetapi arealnya tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Palu (ANTARA Sulsel) - Program rehabilitasi hutan di dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di Sulawesi Tengah pada 2014 ini tetap dilanjutkan, kata Kepala Balai Besar TNLL, Sudayatna di Palu, Selasa.

"Tahun ini program itu tetap ada, tetapi arealnya tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Ia mengatakan bahwa program rehabilitasi pada tahun ini hanya sekitar 200 hektare tersebar di seluruh wilayah Kawasan Taman Nasional tersebut.

Menurut dia, meski luas areal yang akan direhabilitasi berkurang, namun tetap sangat diperlukan mengingat banyak titik-titik hutan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah maupun masyarakat karena telah mengalami kerusakan.

Titik-titik yang menjadi lokasi untuk program dimaksud, termasuk kebun masyarakat yang ada dalam kawasan.

Dia mengaku ada sejumlah wilayah hutan dalam kawasan taman nasional yang kini telah beralifungsi menjadi kebun masyarakat.

"Itu yang menjadi sasaran lokasi rehabilitasi," katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, program rehabilitasi telah dilakukan dan cukup mendapat sambutan positif masyarakat.

Masyarakat tidak keberatan untuk menanam kembali tanaman atau pohon-pohon yang dahulunya ada dalam areal kebun masyarakat.

Selain pohon-pohon tertentu, juga menanam sejumlah tanaman produktif yang bisa menghasilkan dan menambah pendapatan masyarakat.

Program rehabilitasi yang selama dua tahun ini dilakukan pihak TNLL juga melibatkan unsur TNI. "Kita ada kerja sama dengan TNI untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut," katanya.

Dia menambahkan dalam pelaksanaan program dimaksud, masyarakat setempat juga ikut dilibatkan. "Kami juga melibatkan masyarakat agar mereka juga bertangung jawab memeliharanya," kata Sudayatna.

Areal TNLL memiliki luas mencapai 118 ribu hektare. TNLL terletak di dua Kabupaten yaitu Poso dan Sigi. Farochah




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026