Logo Header Antaranews Makassar

Data Kecelakaan Maut Luwu Timur Masih Simpang Siur

Kamis, 6 Maret 2014 18:10 WIB
Image Print
"Informasi langsung dari anak buah yang saya terima ada 35 orang yang menjadi korban kecelakaan dan delapan diantaranya itu meninggal dunia, enam orang yang mengalami luka berat serta delapan orang yang luka ringan," katanya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kecelakaan maut yang terjadi di daerah Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan masih simpang siur mengenai data-data jumlah korban kecelakaan bus Zahra asal Makassar tujuan Palu, Sulawesi Tengah.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel Kombes Pol Tri Warno Atmojo yang dikonfirmasi di Makassar, Kamis, mengatakan, jumlah korban yang mengalami kecelakaan maut itu sebanyak 35 orang.

"Informasi langsung dari anak buah yang saya terima ada 35 orang yang menjadi korban kecelakaan dan delapan diantaranya itu meninggal dunia, enam orang yang mengalami luka berat serta delapan orang yang luka ringan," katanya.

Dia mengatakan jika dirinya terus memantau perkembangan kecelakaan maut itu melalui bawahannya yang ada di Polres Luwu Timur dan dirinya mengaku masih terus diberikan kabar terbaru dari bawahannya.

Informasi lain yang berkembang di sekitar lokasi menyebutkan jika korban meninggal dunia dalam kecelakaan itu sebanyak 16 hingga 18 orang. Namun, data tersebut diakui Dirlantas Kombes Pol Tri Warno belum merupakan data akhir.

"Kalau data bawahan saya yang ada di Polres menyebutkan delapan orang. Saya tidak tahu kalau sudah 16 atau 18 orang dan jumlah penumpang yang dilaporkan juga itu 35 orang bukan 45 orang," ujarnya.

Sebelumnya, sebuah bus mengalamai kecelakaan merenggut 18 korban jiwa di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dalam perjalanan dari dari Kabupaten Maros Sulawesi Selatan (Sulsel) tujuan Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Laporan yang diterima, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 05.00 Wita, Kamis (6/3)," kata Kasat Lantas Polres Lutim Abd Rahman menanggapi kejadiaan yang mengenaskan itu, Kamis.

Kecelakaan bus penumpang umum dengan nomor polisi DD 7506 JA terjadi di poros trans Sulawesi tersebut, berangkat dari Kabupaten Maros Sulsel membawa 45 penumpang tujuan Poso, Sulteng, sebelum terbakar, bus terjun masuk jurang.

Menurut Rahman, 16 orang penumpang ditemukan sudah tidak bernyawa di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara petugas dan masyarakat setempat hingga berita ini disiarkan baru berhasil mengevakuasi lima orang dari dalam bus, sedangkan 11 orang lainnya masih terperangkap dalam badan bus yang terbakar.

Sementara itu, petugas PT Jasa Raharja Perwakilan Palopo yang bertugas di Samsat Malili juga telah berada di TKP untuk mendata korban dalam kecelakaan maut tersebut.

Laporan sementara menyebutkan, sebanyak 29 orang mengalami luka berat dan sementara dirawat di Rumah Sakit Wotu, Lutim.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulsel Dr Ir Hj Sulistianingtias bersama dua staf, Kabag operasional Nubeir Hibrizy dan Kasubag SW/Humas Budi Hari Prasetio pada Kamis (6/3) pagi langsung bertolak ke TPK di Desa Trans Luwu Mangkutana sekitar 450 kilometer dari Makassar untuk melihat langsung kondisi korban baik yang meninggal maupun yang tengah dirawat di rumah sakit.

Hal itu dilakukan pihak Jasa Raharja sebagai upaya "jemput bola", agar layanan dan santunan cepat terselesaikan, sehingga korban maupun keluarga yang tertimpa musibah dapat lebih ringan menanggung beban. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026