
Tim Sar Masih Mencari Imigran Yang Tenggelam

Kupang (ANTARA Sulsel) - Tim Penolong dan Pencarian (SAR) Kabupaten Manggarai Barat sedang melakukan pencarian terhadap 85 imigran gelap asal Timur Tengah yang tenggelam di wilayah perairan sekitar Taman Nasional Komodo (TNK) pada Selasa (7/6) tengah malam lalu.
"Kita masih lanjutkan pencarian kapal dan korban yang tenggelam tersebut," kata Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Andreas Agas ketika dihubungi melalui telepon dari Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis.
Berdasarkan laporan dari Mabes Polri Jakarta, pada Selasa (7/6) tengah malam, sebuah kapal yang ditumpangi sekitar 85 imigran gelap asal Timur Tengah dalam pelayaran dari Bali atau Nusa Tenggara Barat (NTB) tenggelam di perairan sekitar TNK di ujung barat Pulau Flores NTT.
Para imigran tersebut, diduga kuat menyewa kapal tersebut untuk menyeberang ke Australia secara ilegal.
"Kami sudah menyisir wilayah perairan di sekitar TNK sejak Rabu (8/7), namun belum menemukan tanda-tanda terhadap laporan adanya kecelakaan laut tersebut," kata Agas dan menambahkan, dari 85 imigran tersebut, 74 orang di antaranya adalah kaum perempuan dan anak-anak.
Ia menyatakan ragu dengan laporan dari Mabes Polri yang menyebutkan adanya kapal tenggelam di wilayah perairan sekitar TNK, karena para nelayan yang beroperasi di wilayah perairan tersebut, juga tidak mengetahui adanya kapal yang tenggelam.
"Tim SAR sudah kembali ke darat dan tidak menemukan adanya tanda-tanda yang menjadi bukti awal tentang tenggelamnya kapal yang mengangkut para imigran gelap tersebut. Hari ini kami akan kembali untuk melakukan pencarian," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya belum memberikan laporan kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kupang dan pihak terkait lainnya, karena kabar tentang tenggelamnya kapal yang mengangkut para imigran gelap asal Timur Tengah itu, masih simpang siur.
Informasi tentang tenggelamnya kapal yang mengangkut para imigran gelap asal Timur Tengah itu diperoleh Mabes Polri setelah menyadap sebuah percakapan telepon lewat saluran internasional antara seorang imigran asal Afghanistan dengan seseorang di Australia sebelum kapal itu tenggelam.
Berdasarkan informasi yang disadap Mabes Polri dari seorang imigran asal Afghanistan itu, kapal yang mereka tumpangi itu diperkirakan tenggelam di wilayah perairan sekitar Taman Nasional Komodo (TNK), karena dihantam gelombang besar.
"Kami sudah melakukan pencarian sepanjang hari Rabu (8/7), namun sampai sejauh ini belum juga menemukan adanya tanda-tanda di wilayah perairan sekitar TNK yang dilaporkan sebagai lokasi tenggelamnya kapal tersebut," kata Agas menambahkan.
(T.PSO-085/L003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
