
Program Keluarga Harapan Jangkau 2,4 Juta RTSM

"Tahun ini, PKH ditargetkan menjangkau 3,2 juta RTSM yang tersebar di 497 kabupaten dan kota serta 3.342 kecamatan dan didukung 14.432 tenaga pendamping," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dalam Rapat Koordinasi Pengembangan SDM dan Pembanguna
Makassar (ANTARA Sulsel) - Hingga 2013, Program Keluarga Harapan (PKH) telah menjangkau 2,4 juta Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang tersebar di 334 kabupaten dan kota serta 2.843 kecamatan didukung oleh 11.132 tenaga pendamping di seluruh Indonesia.
"Tahun ini, PKH ditargetkan menjangkau 3,2 juta RTSM yang tersebar di 497 kabupaten dan kota serta 3.342 kecamatan dan didukung 14.432 tenaga pendamping," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dalam Rapat Koordinasi Pengembangan SDM dan Pembangunan Kesos III Tahun 2014 di Makassar, Selasa.
Hasil kajian dari Bappenas (2009), Bank Dunia (2010) dan Puslitbang Kemensos (2012) terjadi peningkatan akses dari RTSM terhadap dua jenis pelayanan dasar yaitu pendidikan dan kesehatan yang berdampak pada peningkatan capaian pendidikan, peningkatan status kesehatan ibu dan anak, maupun penurunan angka kurang gizi.
"BPS pada 2012 merilis jumlah kemiskinan sukses diturunkan meski sejak 2010 melambat, secara absolut menurun sekitar satu juta penduduk miskin per tahun," ujarnya.
Tiga dimensi terkait kemiskinan sebagai masalah sosial, yaitu kemiskinan dipicu oleh keterbatasan kualitas sumber daya manusia disebabkan oleh rendahnya kesadaran bersekolah khususnya perdesaan, tidak terjaganya ataupun tidak berkembangnya kearifan dan pengetahuan lokal, maupun pola hidup yang tidak sehat.
Kedua, keterbatasan infrastruktur, seperti fasilitas air bersih, jalan perdesaan dan irigasi, jaringan listrik, maupun pemukiman yang layak. Serta hambatan ekonomi, seperti kurangnya diversifikasi keahlian, ketiadaan modal, ketidaklancaran arus barang karena minimnya infrastruktur dan kewirausahaan yang tidak berkembang.
Pada 2013, dilaksanakan resertifikasi kepesertaan PKH hasil rekrut 2007. Dilakukan pada tahun ke-enam kepesertaan yang akan menghasilkan dua bentuk implikasi. Pertama status transisi, yaitu RTSM masih dikategorikan dalam kondisi mengharuskannya tetap berada dalam program.
Untuk RTSM di tahun ke-enam masih dalam status transisi dimaksud di samping masih mendapatkan bantuan PKH, juga diberikan penguatan kapasitas keluarga dalam bentuk sesi pengembangan keluarga, meliputi empat aspek, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan perlindungan anak.
Kedua status graduasi, yaitu RTSM yang dinyatakan `lulus` dan dirujukkan mendapatkan pelayanan lanjutan, berupa penguatan dan pemberdayaan sosial ekonomi melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan program pemberdayaan sosial ekonomi lainnya.
Rakorbang tersebut, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serupa di enam wilayah regional, meliputi Padang, Bandung, Yogyakarta, Banjarmasin, Makassar serta Jayapura.
"Saya apresiasi jajaran Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklitkesos) karena menjadi tahun ketiga diselenggarakan yang semakin strategis dan fundamental, khususnya dalam pengembangan SDM untuk pembangunan kesejahteraan sosial," katanya. Agus Setiawan
Pewarta : Riesmawan Yudhatama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
