Logo Header Antaranews Makassar

FPPI dan FPPS Minta Ciptakan Demokrasi Sehat

Jumat, 30 Mei 2014 19:07 WIB
Image Print
"Demokrasi sehat mesti diciptakan, politik uang yang mencedrai demokrasi mesti ditolak," kata Ketua FPPS, Nirwansyah.

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Organisasi Front Perjuangan Pemuda Indonesia dan Forum Persaudaraan Pemuda Sulawesi Barat meminta agar demokrasi sehat diciptakan pada Pemilu Presiden.

Belasan orang aktivis organisasi FPPI Pimpinan Kota Mamuju dan FPPS melakukan aksi di perempatan jalan Jendral Sudirman Kota Mamuju, Jumat petang, meminta agar demokrasi sehatr diciptakan di Pilpres mendatang.

"Demokrasi sehat mesti diciptakan, politik uang yang mencedrai demokrasi mesti ditolak," kata Ketua FPPS, Nirwansyah.

Dia mengatakan, semua pihak yang berkepentingan maupun smasyarakat secara luas harus bersama-sama menciptakan demokrasi sehat dengan menolak segala bentuk pelanggaran aturan.

"Berpolitik dengan uang, berkampanye hitam adalah pelanggaran yang mencedrai demokrasi yang kita harapkan tumbuh sehat, cara kotor seperti itu tidak bisa dibiarkan tumbuh dinegara ini sehingga harus ditolak dan dihilangkan," katanya.

Menurut dia, bangsa ini tidak menginginkan lahir pemimpin kotor yang hanya mengejar kekuasaan dengan menghalalkan segala cara yang dapat membuat negara ini kehilangan nilai demokrasinya.

"Pemilu mesti diciptakan bermartabat jujur dan adil, bukan dengan segala cara meski melanggar aturan," katanya.

Senada dikatakan Ketua FPPI Mamuju, Muhammad Suyuti, menurutnya supremasi hukum mesti ditegakkan, dan demokrasi sehat mengedepankan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat mesti diutamakan.

Dia mngatakan situasi negara masih terpuruk karena negara masih memiliki utang luar negeri, sehingga nasionalisasi aset kekayaan negara perlu dilakukan untuk mempertahankan ekonomi negara dengan mengelola sendiri kekayaan alamnya bukan lagi dikuasai pihak asing.

Menurut dia, sektor pertanian harus dibangun dengan memberikan bantuan sarana kepada nelayan yang lebih memadai untuk meningkatkan sektor pertaniannya, begitu juga nelayan mesti diberikan alat tangkap modern agar dapat meningkatkan produksinya.

"Ketahanan pangan bangsa ini harus dibangun, pertanian, perikanan harus ditingkatkan produksinya, pendidikan harus murah dan kesehatan bagi masyarakat mesti dimaksimalkan lagi untuk peningkatan sumber daya manusia," katanya.

Dia mengatakan organisasi FPPI dan FPPS akan terus melakukan aksi hingga pemerintah serius menekan kemiskinan dan komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026