Logo Header Antaranews Makassar

Walikota Minta PSK di Makassar Diidentifikasi

Senin, 16 Juni 2014 21:56 WIB
Image Print
Walik Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Makassar yang merupakan salah satu kota metropolitan akan menjadi tujuan atau urbanisasi dari sejumlah PSK, makanya kita harus mengantisipasinya supaya tidak terjadi lonjakan," ujarnya di Makassar, Senin.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pascapenutupan tempat lokalisasi, Dolly di Kota Surabaya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto langsung memerintahkan bawahannya untuk melakukan proses identifikasi terhadap semua pekerja seks komersial (PSK).

"Makassar yang merupakan salah satu kota metropolitan akan menjadi tujuan atau urbanisasi dari sejumlah PSK, makanya kita harus mengantisipasinya supaya tidak terjadi lonjakan," ujarnya di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, kekhawatiran sejumlah kalangan akan adanya urbanisasi dari sejumlah pekerja seks komersial itu memang dianggapnya sebagai potensi akan munculnya masalah baru.

Karenanya, dia kemudian meminta kepada semua pihak-pihak baik aparat kepolisian maupun para satuan kerja perangkat daerahnya (SKPD) untuk melakukan pendataan terhadap para PSK di Makassar.

Pendataan dan identifikasi itu dilakukan untuk memberikan pegangan atau "database" terhadap pemerintah agar ke depannya tidak terjadi pertumbuhan penduduk serta angka PSK di Makassar.

"Semua unit kerja yang berkaitan dengan PSK itu harus segera turun tangan melakukan identifiasi. Dinas Sosial harus mendata mereka supaya jelas jumlahnya dan jangan sampai ada peningkatan jumlah PSK," katanya.

Danny sapaan akrab wali kota, mengaku jika dirinya juga sedang berupaya akan memberikan pelatihan kepada para pekerja-pekerja malam agar kelak mempunyai bekal jika meninggalkan aktivitasnya itu.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya mengambil keputusan dengan berencana menutup lokalisasi Dolly di Surabaya pada 19 Juli 2014, sebagai upaya menghapus praktik prostitusi di Kota Pahlawan itu.

Penutupan lokalisasi terbesar di Asia itu sebagai respons dari usulan tokoh masyarakat dan tokoh ulama di Jawa Timur yang meminta tempat itu ditutup dan para pekerjanya diarahkan dan dilatih untuk memiliki keterampilan. FC Kuen



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026