Makassar (ANTARA) - Program inovasi Surya power Solusi Untuk Negeri (SuperSUN) dari PT PLN di wilayah Sulawesi Selatan menyasar daerah pesisir Kabupaten Kepulauan Pangkep, Sulsel.
"Daerah sasaran PLN utamanya menyasar pulau-pulau yang cukup padat penduduknya dan jauh dari akses sarana fasilitas umum, termasuk kategori 3T," kata General Manager PT PLN persero Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara. (Sulselrabar) Budiono di Makassar, Minggu.
Ia mengatakan kehadiran listrik di wilayah pesisir merupakan bagian dari upaya memberikan keadilan penerangan pada masyarakat.
Apalagi listrik merupakan kebutuhan harian dari warga yang mayoritas berprofesi nelayan yakni untuk mendinginkan hasil tangkapannya agar tetap segar hingga ke pembeli.
Oleh karena itu, kehadiran listrik bertenaga surya itu dan ramah lingkungan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
"Saya optimistis keberadaan listrik dapat mengubah kehidupan warga menjadi lebih baik serta meningkatkan kesejahteraannya," katanya.
Sementara itu, dari sisi elektrifikasi secara umum diketahui sudah mencapai 99,99 persen di wilayah Sulsel.
Fenomena ini sebagai bentuk realisasi dari keseriusan pemerintah dalam mewujudkan komitmen perseroan terhadap enviromental, sosial dan governance dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Khusus listrik tenaga surya yang difasilitasi ke warga ini memiliki daya sebesar 900 volt ampere dan merupakan listrik prabayar.
Setiap rumah tangga diberi pembangkit yang terdiri dari komponen utama yaitu PV panel berkapasitas 440 Wo sampai 700 Wp dan baterai berkapasitas 2 KWH.
Menanggapi fasilitas tersebut, Nurhayati, salah seorang warga Pulau Saugi mengaku sangat gembira dapat menikmati listrik segini sudah 24 jam yang sebelumnya hanya sekitar 6 hingga 10 jam.