
60 Persen JCH Makassar Masuk Resiko Tinggi

"JCH Makassar banyak yang masuk Resti, namun tetap diberangkatkan dalam pengawasan yang ketat dan mendapatkan tanda khusus (gelang) dari petugas kesehatan haji," kata Kabid Kesehatan Haji PPIH dr Irwan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sekitar 60 persen dari 4.041 orang jamaah calon haji (JCH) Makassar masuk kategori resiko tinggi (Resti), karena mengidap hipertensi dan diabetes.
"JCH Makassar banyak yang masuk Resti, namun tetap diberangkatkan dalam pengawasan yang ketat dan mendapatkan tanda khusus (gelang) dari petugas kesehatan haji," kata Kabid Kesehatan Haji PPIH dr Irwan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu.
Untuk mengawasi JCH yang masuk kategori Resti, lajut dia, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang diturunkan mendampingi CJH dengan 27 kloter itu, tercatat sebanyak 143 orang diluar tenaga medis dan paramedis.
Para CJH tersebut akan berada di negara Arab Saudi selama 39 hari atau lebih singkat dari periode musim haji sebelumnya yang mencapai 41 hari.
"Selain JCH Resti diminta menjaga pola makan, istirahat yang cukup, juga diimbau banyak meminum air putih ketika berada di tanah suci, apalagi suhunya cukup ekstrem," kata Irwan.
Sementara itu, berdasarkan data Kanwil Kemenag Sulsel yang juga menjadi pengelola Embarkasi Hasanuddin, Makassar diketahui, jumlah CJH melalui Makassar 11 ribu lebih JCH. Dari jumlah tersebut sebanyak 5.777 orang JCH dari Sulsel.
Jumlah tersebut sama dengan kuota 2013 untuk embarkasi Sultan Hasanuddin yang meliputi Sulawesi, Maluku dan Papua. Sedang kloter 10 yang terdiri dari 445 orang JCH dijadwalkan bertolak ke tanah suci Makkah pada Minggu (14/9) pagi.
Para JCH yang berangkat ke tanah suci akan terbang sekitar sembilan jam, lebih singkat dibandingkan pada pemberangkatan musim haji periode 2013, karena masih transit di Padang, Sumbar. Namun pada embarkasi/debarkasi 2014 kini sudah langsung dari Makassar menuju Jeddah. ES Syafei
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
