Logo Header Antaranews Makassar

Unismuh Makassar sebar 720 mubaligh selama Ramadhan 1446 H

Kamis, 20 Februari 2025 15:58 WIB
Image Print
Rektor Unismuh Dr Abd Rakhim memberikan sambutan pada pelepasan 720 mubaligh untuk bertugas diberbagai daerah selama Ramadhan di Makassar, Kamis,(20/2/2025). ANTARA/HO-Unismuh Makassar

Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr Abd Rakhim Nanda, resmi melepas 720 mubaligh ke sejumlah daerah untuk bertugas selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah di Makassar, Kamis.

Rakhim Nanda dalam sambutannya menegaskan pelepasan mubaligh hijrah bukan berarti dilepas secara bebas, melainkan harus dibekali dengan pemahaman yang kuat tentang dakwah.

“Pelepasan ini tentu tidak boleh dilakukan secara bebas, tidak boleh terjun bebas. Sejak pembekalan kemarin, kita sudah mengkaji Surah Al-Ma’idah ayat 67, yang menegaskan bahwa tugas tabligh adalah tugas kerasulan. Keberangkatan ananda sekalian ke tempat tugasnya adalah untuk membawa dan melanjutkan tugas kerasulan,” ujarnya.

Ia juga mengutip Surah An-Nahl ayat 125, yang menekankan metode dakwah harus dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik (mau’izhah hasanah), serta debat yang santun dan mencerahkan (mujadalah bil-lati hiya ahsan).

“Dakwah harus mengajak mad’u ke jalan Allah, bukan ke jalan lain. Jika ada jalan lain tetapi ujungnya tetap menuju jalan Allah, itu masih bisa disampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Alamsyah MH dalam laporannya menjelaskan bahwa sebelum pelepasan, para mubaligh hijrah telah mengikuti pelatihan selama dua hari, mulai tanggal 24 hingga 25 Januari 2025, dengan mengusung tema “Mubaligh Inspiratif: Menjadi Teladan di Bulan Ramadhan”.

Alamsyah menyebut, dari 720 peserta, sebanyak 200 mubaligh yang berasal dari Ma’had Al Birr dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) yang penempatannya difasilitasi oleh Unismuh. Sementara 520 mubaligh lainnya mengikuti program yang diselenggarakan secara mandiri oleh Ma’had Al-Birr.

Dari 200 Mubaligh Hijrah yang diakomodasi Unismuh, mereka telah ditempatkan di berbagai wilayah untuk menjalankan tugas dakwah.

Lokasi dengan jumlah mubaligh terbanyak adalah PDM Enrekang sebanyak 38 orang, disusul PDM Tana Toraja (Kaduaja dan Kampung Muallaf) dengan 29 mubalig, PDM Pinrang dengan 25 mubalig, serta PDM Luwu Utara (Seko, Rampi, Masamba, dan Tolada) dengan 13 mubaligh.

Kota Makassar menerima sembilan mubaligh, sementara Kabupaten Bone (PPS Salomekko dan Kajura) menerima sembilan mubaligh, serta Kabupaten Gowa (Balang Baru, Tonasa, Balasuka, Ta’binjai, Panti Asuhan Limbung) sebanyak 15 mubaligh.

Adapun PDM Luwu (Salutabang) mendapat lima mubaligh, Panti Asuhan LKSA Sengkang tiga mubaligh, Mamuju (Topoyo) tiga mubaligh, dan Kabupaten Bantaeng enam mubaligh.

Selain itu, PDM Sidrap (Panti Asuhan Istana Ihsani) menerima dua mubaligh, PDM Pangkep empat mubaligh, Kolaka empat mubaligh, PDM Kota Palopo empat mubaligh, PDM Kota Parepare empat mubaligh, PDM Muna Barat 1 mubaligh, Kabupaten Wajo dua mubaligh, dan Masjid Muhammadiyah Pallangga dua mubaligh.

Beberapa daerah lainnya, seperti PDM Takalar menerima satu mubaligh, PDM Maros dua mubaligh, Jeneponto satu mubaligh, Sinjai empat mubaligh, dan Takalar dua mubaligh.

“Inilah yang kami bagi dari 200 peserta dan Alhamdulillah sudah ada beberapa yang kami tempatkan di Kampung Muallaf, Tanah Toraja, dan beberapa masjid Muhammadiyah yang tahun-tahun sebelumnya banyak membutuhkan,” cakap Alamsyah.*



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026