Logo Header Antaranews Makassar

Petani Cabai Diminta Atur Musim Tanam

Rabu, 15 Oktober 2014 06:11 WIB
Image Print
"Kalau bisa harus dipanen dimusim kemarau, dengan begitu tanaman cabai akan menghasilkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Sekertaris Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulbar, Sugiyono di Mamuju, Rabu.

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Petani cabai di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat diminta mengatur musim tanam dalam menghadapi iklim tidak menentu.

"Kalau bisa harus dipanen dimusim kemarau, dengan begitu tanaman cabai akan menghasilkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Sekertaris Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulbar, Sugiyono di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, petani jangan menanam cabai yang dipanen ketika musim hujan karena akan mengakibatkan petani merugi karena tingginya modal produksi menanam cabai.

Oleh karena itu ia mengatakan petani harus menanam cabai dengan mengaturnya agar mendapatkan keuntungan untuk peningkatan kesejahteraannya.

"Kalau dipanen dimusim kemarau maka harga cabai petani ketika dijual dipasaran akan mencapai Rp24,000 perkilogram dan itu artinya petani cabai akan untung, sebaliknya kalau cabai dipanen musim hujan maka tanaman cabai akan rusak dan harganya anjlok mencapai Rp2,500 perkilogram," katanya.

Ia menyampaikan banyak cara mengatur pola tanam cabai agar dapat berproduksi dengan baik, dan itu harus dipahami petani sehingga tugas pemerintah memberikan sosialisasi dengan baik.

"Pemerintah di Mamuju mengakui sumber daya petani Mamuju sangat rendah, sehingga dalam menanam cabe selalu merugi, karena tidak efektif dalam melaksanakannya, dan tidak menyesuaikan kondisi iklim, ini tugas pemerintah melakukan sosialisasi agar petani memahami, dan ini akan dilaksanakan secara bertahap," katanya. M Yusuf



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026