Makassar (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda meminta masyarakat setempat untuk menanam tomat dan cabai guna menekan inflasi di daerah tersebut.
"Kalau kita lihat inflasi sampai dengan bulan Juli year to year-nya penyumbang utama masih emas, yang kedua adalah beras, ketiga tomat," kata Rizki di Makassar Rabu.
Dia mengatakan, komoditas tomat ini meskipun hanya satu bulan harganya, namun kenaikan harganya lebih dari 100 persen atau menjadi penyumbang inflasi sampai bulan Juli 2025.
Menyikapi kondisi tersebut, semua keluarga diminta memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tomat dan cabai sehingga tingkat ketergantungan pada dua jenis sayuran itu dapat ditekan.
Jika tingkat ketergantungan pada kedua komoditi itu dapat ditekan, otomatis dampak ke inflasi Sulsel juga berkurang.
"Sementara komoditas beras, diakui secara konsisten naik dan sejak Januari pelan-pelan naik itu," jelas Rizki.
Khusus beras, lanjut dia, pada triwulan II 2025 menyumbang inflasi akibat penyaluran beras SPHP oleh Bulog dinilai belum optimal di lapangan. Karena itu, pihaknya terus mendorong agar pihak Bulog mendistribusikan beras SPHP lebih optimal lagi.
Dengan pendistribusian SPHP yang lebih cepat sampai ke masyarakat yang berhak menerima, tentu masyarakat tidak perlu terpengaruhi di harga beras di pasaran.

